Inspektorat Mulai Usut Dugaan Pungli di Rusunawa Lette dan Panambungan

Selasa, 11 Agustus 2020 - 10:30 WIB
loading...
Inspektorat Mulai Usut...
Inspektorat Kota Makassar akhirnya menurunkan timnya, mengusut dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak pengelola Rusunawa Lette dan Panambungan. Foto : SINDOnews/Doc
A A A
MAKASSAR - Inspektorat Kota Makassar akhirnya menurunkan timnya, mengusut dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak pengelola Rusunawa Lette dan Panambungan. Sebelumnya dugaan pungli ini dikeluhkan warga di kedua rusunawa tersebut.

"Kita akan bicara dulu dengan penghuni di sana apa keluhannya. Terus kita juga akan mengecek SOP yang dilakukan pengelola di Rusunawa," terang Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zainal Ibrahim kepada SINDOnews. Baca : Ups! Ada Dugaan Pungli di Rusunawa Lette dan Panambungan

Hasil pemeriksaan di lapangan, selanjutnya kata Zainal akan dilaporkan ke Pj Wali Kota . Inspektorat pun akan mengeluarkan rekomendasi sesuai dengan hasil temuan di lapangan untuk segera ditindaklanjuti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. "Nanti kita kasih rekomendasi ke pimpinan terkait hasil temuan di lapangan," ujarnya.

Meski sudah mulai mendalami dugaan pungli di Rusunawa , Zainal belum mau berkomentar lebih jauh. Ia masih mengedepankan asas praduga tak bersalah. "Yang dipersoalkan di sana kan masalah listrik, air dan fasilitas. Kan cuma itu, nanti kita lihat hasil pemeriksaannya. Kalau sekarang saya belum bisa komentar, masih prematur," paparnya.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin sebelumnya menegaskan akan memberikan tindakan tegas kepada oknum yang terlibat. Itu bila terbukti ada praktik pungli di Rusunawa. "Kalau itu terbukti dengan benar, aparat kami langsung kita tindak," tegasnya. Baca Juga : Dewan Soroti Dugaan Pungli pada Rusunawa di Makassar

Menurut Rudy, tidak ada toleransi bagi aparat yang melakukan pungli. Seharusnya sebagai aparat pemerintah justru menanamkan integritas dalam bekerja. Selain itu, tanggungjawab aparat yang bertugas disana untuk melayani masyarakat dengan baik. "Pungli itu pasti mencederai hak masyarakat. Mencederai kita punya kualitas pelayanan dan itu tidak ada toleransi,"tandasnya.
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
Harga Sewa Rusunawa...
Harga Sewa Rusunawa Jagakarsa Rp865 Ribu hingga Rp1,8 Juta, Ini Fasilitasnya
Rusunawa Jagakarsa Diresmikan,...
Rusunawa Jagakarsa Diresmikan, 723 Unit untuk Warga Jakarta
Polemik Pembatasan Masa...
Polemik Pembatasan Masa Hunian Rusunawa, Pj Gubernur Jakarta: Masih Dikaji
RS Vertikal Makassar...
RS Vertikal Makassar Milik Pemerintah Kini Miliki Fasilitas AC VRF
Puncak Makassar Eight...
Puncak Makassar Eight Festival Dipindahkan ke Tugu MNEK, Ini Alasannya
Cara Daftar Rusunawa...
Cara Daftar Rusunawa Jakarta lewat SIRUKIM, Ini Syarat dan Langkah-langkahnya
Alternatif Hunian Murah,...
Alternatif Hunian Murah, Ribuan Hunian di Rusunawa Pasar Rumput Siap Dihuni, Segini Harga Sewanya
Kampanye Rano Karno...
Kampanye Rano Karno di Rusunawa Jatinegara Disambut Riuh Warga
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Berita Terkini
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved