Misteri Raja Airlangga yang Suka Berpindah-pindah Ibu Kota
Minggu, 07 Januari 2024 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
Prasasti Terep bertarikh tahun 1032, menguraikan bahwa Raja Airlangga dalam kejaran musuh lari dari Watan Mas menuju Desa Patakan.
Rupanya, ibu kota Watan Mas yang telah diduduki musuh itu tetap ditinggalkan, karena menurut prasasti Kamalagyan tahun 1037, ibu kota kerajaannya ialah Kahuripan di sebelah timur Gunung Pananggungan.
Raja Airlangga tidak lama tinggal di situ karena pada tahun 1042 ibu kotanya ialah Daha seperti terbukti dari stempel prasasti Pamwatan dengan tulisan Dahana.
Prasasti Panwatan adalah prasasti terakhir yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga. Tidak diketahui dengan pasti apa sebabnya ibu kota itu pindah dari Kahuripan ke Daha, karena sampai sekarang belum ditemukan prasasti yang memberitakan peristiwa tersebut bahwa Daha adalah ibu kota kerajaan Airlangga, sampai akhir pemerintahannya. Hal ini pula yang disebutkan berulang kali dalam Serat Calon Arang.
Rupanya, ibu kota Watan Mas yang telah diduduki musuh itu tetap ditinggalkan, karena menurut prasasti Kamalagyan tahun 1037, ibu kota kerajaannya ialah Kahuripan di sebelah timur Gunung Pananggungan.
Raja Airlangga tidak lama tinggal di situ karena pada tahun 1042 ibu kotanya ialah Daha seperti terbukti dari stempel prasasti Pamwatan dengan tulisan Dahana.
Prasasti Panwatan adalah prasasti terakhir yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga. Tidak diketahui dengan pasti apa sebabnya ibu kota itu pindah dari Kahuripan ke Daha, karena sampai sekarang belum ditemukan prasasti yang memberitakan peristiwa tersebut bahwa Daha adalah ibu kota kerajaan Airlangga, sampai akhir pemerintahannya. Hal ini pula yang disebutkan berulang kali dalam Serat Calon Arang.
(hri)
Lihat Juga :