Aniaya Simpatisan Nomor 3, 15 Anggota Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Diamankan Denpom
Minggu, 31 Desember 2023 - 10:26 WIB
loading...
Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo. Foto/R August
A
A
A
BOYOLALI - Sebanyak 15 anggota Kompi B Yonif Raider 408/Sbh di Kabupaten Boyolali tengah diperiksa di Denpom IV/4 Solo buntut kasus penganiayaan terhadap simpatisan capres-cawapres 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Sabtu (30/12) siang.
Sejauh ini belum ada anggota yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut. Hal itu diungkapkan Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, Minggu (31/12/2023).
Menurut dia, peristiwa itu terjadi di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengahitu terjadi secara spontanitas dikarenakan adanya kesalahapahaman dari kedua belah pihak.
Baca Juga: Viral, Kapten Kapal di Manado Diduga Dianiaya Oknum TNI AL
Tindakan penganiayaan tersebut dipicu oleh adanya suara bising dari knalpot brong yang digunakan oleh para simpatisan.
“Saat beberapa anggota olahraga bola voli mendengar suara bising yang membuat tidak nyaman dari beberapa sepeda motor dengan knalpot brong melintas secara terus-menerus dan berulang kali. Kemudian beberapa anggota keluar untuk mencari sumber suara,” katanya.
Letkol Inf Wiweko menjelaskan mencoba mengingatkan para simpatisan dengan cara menghentikan dan membubarkan konvoi. Hingga kemudian terjadilah penganiayaan. Setelah penganiayaan, korban dibawa ke Rumah Sakit Pandanaran untuk mendapat pertolongan.
Sejauh ini belum ada anggota yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut. Hal itu diungkapkan Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, Minggu (31/12/2023).
Menurut dia, peristiwa itu terjadi di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengahitu terjadi secara spontanitas dikarenakan adanya kesalahapahaman dari kedua belah pihak.
Baca Juga: Viral, Kapten Kapal di Manado Diduga Dianiaya Oknum TNI AL
Tindakan penganiayaan tersebut dipicu oleh adanya suara bising dari knalpot brong yang digunakan oleh para simpatisan.
“Saat beberapa anggota olahraga bola voli mendengar suara bising yang membuat tidak nyaman dari beberapa sepeda motor dengan knalpot brong melintas secara terus-menerus dan berulang kali. Kemudian beberapa anggota keluar untuk mencari sumber suara,” katanya.
Letkol Inf Wiweko menjelaskan mencoba mengingatkan para simpatisan dengan cara menghentikan dan membubarkan konvoi. Hingga kemudian terjadilah penganiayaan. Setelah penganiayaan, korban dibawa ke Rumah Sakit Pandanaran untuk mendapat pertolongan.
Lihat Juga :