Jenazah PDP COVID-19 Diambil Paksa dan Dibawa Pulang Naik Angkot
Senin, 10 Agustus 2020 - 17:25 WIB
loading...
A
A
A
"Aku tak mau, soalnya istri saya tidak COVID-19. Kalau dia COVID-19 maka anak-anak sudah kena semua sebelum masuk rumah sakit," ujarnya. Oleh sebab itu, dirinya terpaksa menjemput dan membawa paksa jenazah dari rumah sakit. Lantaran ambulans yang membawa jenazah tidak ada, maka dia bersama anak-anaknya memasakan diri membawa jenazah istrinya dengan angkot untuk pulang ke rumah.
"Saya tidak mau istri saya dimakamkan COVID-19, saya tak mau lingkungan aku ini ngecap (menuduh) keluarganya kena COVID-19," ungkapnya. DN menambahkan, keluarganya tak mau diasingkan oleh orang-orang sekitar kampung setempat. Oleh sebab itu, dia tidak mau istrinya dimakamkan secara protokol COVID-19. "Aku be idak kena, karena saya orang yang bergaul dan suka sembayang di masjid sini tak ada saya kena COVID-19," ucapnya.
Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Lubuklinggau AKP M Ali berusaha memberikan penjelasan kepada keluarga di rumah duka agar jenazah segera dimakamkan. Selain itu petugas juga meminta keluarga segera memakamkan jenazah guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sedangkan Camat Lubuklinggau, Ongki Pranata mengaku sudah membujuk secara persuasif dengan pihak keluarga agar jenazah secepatnya dimakamkan. "Karena ini sudah dibawa ke rumah sebab itulah dilakukan persuasif,” katanya.
Dijelaskan Ongki bahwa jenazah kalau dari keterangan pihak ruumah sakit DKT hasil rapid test-nya reaktif, mudah-mudahan saja swab test negatif. "Tadi oleh Dinas Kesehatan sudah diambil swab test, mudah-mudahan hasil swab test-nya negatif," jelasnya. Dia menambahkan, kalau ternyata nanti hasil swab yang bersangkutan positif, maka akan ditracing siapa saja yang melakukan kontak erat.
"Saya tidak mau istri saya dimakamkan COVID-19, saya tak mau lingkungan aku ini ngecap (menuduh) keluarganya kena COVID-19," ungkapnya. DN menambahkan, keluarganya tak mau diasingkan oleh orang-orang sekitar kampung setempat. Oleh sebab itu, dia tidak mau istrinya dimakamkan secara protokol COVID-19. "Aku be idak kena, karena saya orang yang bergaul dan suka sembayang di masjid sini tak ada saya kena COVID-19," ucapnya.
Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Lubuklinggau AKP M Ali berusaha memberikan penjelasan kepada keluarga di rumah duka agar jenazah segera dimakamkan. Selain itu petugas juga meminta keluarga segera memakamkan jenazah guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sedangkan Camat Lubuklinggau, Ongki Pranata mengaku sudah membujuk secara persuasif dengan pihak keluarga agar jenazah secepatnya dimakamkan. "Karena ini sudah dibawa ke rumah sebab itulah dilakukan persuasif,” katanya.
Dijelaskan Ongki bahwa jenazah kalau dari keterangan pihak ruumah sakit DKT hasil rapid test-nya reaktif, mudah-mudahan saja swab test negatif. "Tadi oleh Dinas Kesehatan sudah diambil swab test, mudah-mudahan hasil swab test-nya negatif," jelasnya. Dia menambahkan, kalau ternyata nanti hasil swab yang bersangkutan positif, maka akan ditracing siapa saja yang melakukan kontak erat.
(shf)
Lihat Juga :