Jenazah PDP COVID-19 Diambil Paksa dan Dibawa Pulang Naik Angkot
Senin, 10 Agustus 2020 - 17:25 WIB
loading...
Petugas mendatangi rumah duka di Lubuklinggau dan membujuk keluarga agar jenazah NT segera dimakamkan karena PDP COVID-19.. Foto/SINDOnews/Era Neizma Wedya
A
A
A
LUBUKLINGGAU - Jenazah pasien dalam pemantauan (PDP) COVID-19 di rumah sakit DKT Lubuklinggau , Sumatera Selatan diambil paksa dan dibawa pulang oleh keluarga dengan dinaikkan mobil angkot, Senin siang (10/8/2020).
Jenazah diketahui merupakan seorang perempuan berinisial NT (61). Setelah dinyatakan meninggal, sejumlah keluarga dan kerabat almarhum mendatangi rumah sakit DKT Lubuklinggau untuk mengambil paksa dan membawa pulang jenazah. (Baca juga: Serahkan Diri atau Diburu, Pelaku Penyerangan di Pasar Kliwon Solo Diultimatum)
"Dia itu demam dan batuk kering, batuknya tak ada dahak, terus lidah terasa pahit dan tidak mau makan," kata DN (64) suami dari NT kepada wartawan saat ditemui dari jarak dua meter di rumah duka, Lubuklinggau. (Baca juga: Keributan Massa di Pasar Kliwon Solo, Sejumlah Orang Terluka)
Dijelaskan DN, istrinya tersebut mengalami sakit sekitar sepekan dirawat di rumah, dan baru-batu ini masuk rumah sakit DKT, yakni sekitar dua hari lalu. Selanjutnya NT meninggal di rumah sakit pada hari ini sekitar pukul 12.00 WIB
Kemudian, oleh pihak rumah sakit istrinya akan dikuburkan secara protokol COVID-19, yakni dibungkus dengan plastik, lalu dimasukkan peti untuk langsung dikubur. Namun DN bersikukuh bahwa istrinya bukanlah meninggal karena COVID-19.
Jenazah diketahui merupakan seorang perempuan berinisial NT (61). Setelah dinyatakan meninggal, sejumlah keluarga dan kerabat almarhum mendatangi rumah sakit DKT Lubuklinggau untuk mengambil paksa dan membawa pulang jenazah. (Baca juga: Serahkan Diri atau Diburu, Pelaku Penyerangan di Pasar Kliwon Solo Diultimatum)
"Dia itu demam dan batuk kering, batuknya tak ada dahak, terus lidah terasa pahit dan tidak mau makan," kata DN (64) suami dari NT kepada wartawan saat ditemui dari jarak dua meter di rumah duka, Lubuklinggau. (Baca juga: Keributan Massa di Pasar Kliwon Solo, Sejumlah Orang Terluka)
Dijelaskan DN, istrinya tersebut mengalami sakit sekitar sepekan dirawat di rumah, dan baru-batu ini masuk rumah sakit DKT, yakni sekitar dua hari lalu. Selanjutnya NT meninggal di rumah sakit pada hari ini sekitar pukul 12.00 WIB
Kemudian, oleh pihak rumah sakit istrinya akan dikuburkan secara protokol COVID-19, yakni dibungkus dengan plastik, lalu dimasukkan peti untuk langsung dikubur. Namun DN bersikukuh bahwa istrinya bukanlah meninggal karena COVID-19.
Lihat Juga :