Kisah Runtuhnya Kejayaan Majapahit Setelah Gajah Mada Mangkat

Jum'at, 29 Desember 2023 - 06:05 WIB
loading...
Kisah Runtuhnya Kejayaan...
Mahapatih Gajah Mada memiliki pengaruh sangat kuat di Majapahit. Namun semenjak mangkat, maka satu persatu wilayah kekuasaan Majapahit mulai memisahkan diri. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
MAHAPATIH Gajah Mada memiliki pengaruh sangat kuat di Kerajaan Majapahit. Namun semenjak Gajah Mada mangkat satu persatu wilayah kekuasaan Majapahit mulai memisahkan diri.

Beberapa wilayah yang dulu disatukan dalam Sumpah Palapa juga ikut memisahkan diri.

Baca juga: Kisah Gajah Mada Pimpin Pasukan Bhayangkara Tumpas Pemberontakan Ra Kuti

Kerajaan Majapahit pun konon mengalami kerugian besar pasca kematian Gajah Mada. Pemerintah Majapahit yang dahulu disegani oleh wilayah-wilayah kekuasaan menjadi melemah dan diremehkan.

Karenanya, pemerintah pusat Majapahit kehilangan pejabat yang sangat disegani oleh para pembesar daerah jajahan.



Hubungan antara pemerintah pusat dan daerah mulai kendor, sebagaimana dikutip dari "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara".

Kerajaan-kerajaan di Sumatera yang sebelumnya tunduk patuh kepada Majapahit, mulai melepaskan diri dari penjajahan Majapahit.

Baca juga: Kisah Gajah Mada 2 Kali Kalah Bertarung Melawan Sunan Bejagung Lor di Tuban

Kerajaan San- fo-ts'i atau Kerajaan Sriwijaya pecah menjadi tiga, yakni Palembang, Dharmacraya, dan Pagarruyung (Minangkabau) pada tahun 1371, tujuh tahun sepeninggal Gadjah Mada.

Pada abad ke-15, Tanjung Pura (kalimantan) mengadakan hubungan secara bebas dengan Tiongkok, suatu tanda bahwa ikatan dengan Majapahit telah putus.

Negara-negara jajahan yang jauh letaknya dari pusat tidak lagi terurus, karena di pusat kerajaan Majapahit terjadi perebutan kekuasaan antara para anggota keluarga raja.

Orang yang disegani baik di pusat maupun di daerah telah mangkat. Tidak ada lagi orang yang mampu mengendalikan nafsu para pembesar di pusat dan di daerah.

Memang pada saat pelaksanaan gagasan Nusantara yang dipimpin sendiri oleh patih Amangkubhumi Gajah Mada, semangat nasional orang Majapahit masih sangat tebal.

Segala kekuatan dikerahkan untuk memperluas daerah jajahan yang memberikan keuntungan materiil kepada orang Majapahit.

Penguasa kota-kota pelabuhan di berbagai pulau di Nusantara mempermudah penguasaan perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Majapahit, dengan daerah-daerah jajahan yang kaya raya akan hasil bumi dan produksi lainnya.

Majapahit kala itu menguasai sepenuhnya perdagangan di darat dan di lautan di seluruh Nusantara.

Penguasaan perdagangan dapat dukungan sepenuhnya dari kekuatan armada Majapahit dan kekuasaan yang telah ditanam oleh pemerintah pusat di berbagai daerah.

Karenanya, Majapahit dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kerajaan Majapahit bertambah subur makmur.

Bersamaan dengan peningkatan kemakmuran rakyat, ikut meningkat pula kesuburan kehidupan keagamaan. Rakyat yang patuh kepada ajaran agama Budha, Siwa, dan Brahma mempunyai kemampuan untuk mendirikan candi-candi tempat pemujaan.

Pemujaan candi - candi yang berpuluh-puluh jumlahnya di wilayah Majapahit dan Bali, seperti tercatat dalam Nagarakretagama pupuh 73/3 sampai 78, adalah sebagian besar hasil pekerjaan rakyat Majapahit sendiri.

Beberapa di antaranya memang adalah candi-candi makam para pembesar, diusahakan oleh pemerintah pusat.

Pembangunan candi demi kepentingan kehidupan keagamaan memerlukan biaya banyak dan tenaga kerja, keahlian memahat dan membangun.

Daya cipta seni dalam suasana kehidupan subur makmur, dengan sendirinya, dapat berkembang dengan leluasa. Para seniman dapat bekerja dalam pembangunan candi-candi.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Mayjen yang Bertugas...
Mayjen yang Bertugas di Mabes TNI AD, Gajah Mada Termasuk dalam Daftar
Rekomendasi
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved