Kisah Kegagalan Pasukan Kesultanan Demak Hancurkan Penjajah Portugis di Malaka

Rabu, 20 Desember 2023 - 09:54 WIB
loading...
Kisah Kegagalan Pasukan...
Kesultanan Demak mengalami kegagalan saat dua kali menyerang penjajah Portugis yang menguasai Malaka, bandar pelabuhan perdagangan terbesar di dunia kala itu. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
KESULTANAN Demak yang menerima kabar jatuhnya Malaka ke tangan penjajah Portugis tak bisa diam. Mereka menyiapkan skenario menyerang bala tentara Portugis yang telah menguasai Malaka, bandar pelabuhan perdagangan terbesar di dunia kala itu.

Sultan Demak kedua yakni Pati Unus atau Yat Sun atau yang juga dikenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor menyusun rencana penyerangan. Putra mahkota pendiri Kerajaan Demak Raden Patah itu menyiapkan armada besar.

Baca juga: Biografi Pati Unus, Penguasa Kesultanan Demak Berjuluk Pangeran Sabrang Lor

Konon ada dua gelombang serangan besar Kesultanan Demak. Menariknya sebelum melakukan serangan ke Malaka, Pati Unus lebih dahulu mengirimkan intel-intel atau mata-mata dari pedagang-pedagang Jawa.

Taktik itu sebagaimana dikutip dari "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara" dari sejarawan Prof. Slamet Muljana, biasa dilakukan sebelum persiapan peperangan.

Pati Unus memimpin sendiri armada Demak ke Malaka pada tahun 1512. Bantuan masyarakat Jawa yang ada di Malaka, yang sangat diharapkan oleh Pati Unus, tidak kunjung datang karena pemimpinnya, Patih Kadir telah menyingkir ke Cirebon.

Armada yang sudah telanjur datang di Malaka segera dihadapi orang-orang Portugis yang telah siap menunggu di bentengnya.

Baca juga: Sosok Ratu Kalinyamat, Kegigihannya Membebaskan Malaka Diakui Portugis

Kapal-kapal yang mendekati pantai Malaka dihujani peluru dari benteng yang terletak di atas bukit. Serangan tentara Jawa di bawah pimpinan Yat Sun menemui kegagalan dan berhasil diusir dari pantai laut.

Orang-orang Portugis dibantu oleh menantu Sultan Mahmud, yakni Sultan Abdullah Raja dari Kampar menyingkirkan armada-armada Kesultanan Demak.

Sultan Abdullah sengaja mengadakan hubungan dengan orang Portugis dengan maksud agar ia diangkat sebagai sultan di Malaka, menggantikan Sultan Mahmud, di bawah naungan Portugis.

Namun, Sultan Abdullah tidak ber-untung. Orang-orang Portugis mengambil sikap permusuhan terhadap orang-orang muslim. Meskipun ia memberikan bantuan kepada orang-orang Portugis dalam menghadapi serangan Pati Unus.

Kalah di pertempuran pertama tak membuat Pati Unus patah semangat. Ia kembali menyusun rencana penyerangan keduanya.

Kapal-kapal yang sempat digunakan peperangan pertama diperbaiki di tahun 1512 di galangan kapal Semarang. Bahkan ada beberapa kapal yang sengaja dibuat untuk mengakomodir permintaan sang Sultan Demak itu.

Konon armada-armada kapal besar sudah digunakan oleh armada Perang Demak. Pati Unus awalnya memerintahkan pembuatan kapal-kapal kayu model Ta Chih, buatan Aceh. Kapal-kapal itu terinspirasi dari kapal-kapal yang singgah di Semarang pada tahun 1513.

Kapal-kapal jung besar model Tiongkok, yang dapat memuat 400 orang prajurit atau muatan seratus ton kemudian diubah bentuknya untuk memperoleh kecepatan yang lebih tinggi.

Dengan armada yang besar dan perlengkapan senjata yang lebih baik itu, ia berharap dapat merobohkan benteng Portugis di Malaka. Serangan ke Malaka diulangi lagi pada tahun 1521, di bawah pimpinan Pati Unus lagi. Serangan yang kedua itu pun gagal.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Detik-Detik Kapal USS...
Detik-Detik Kapal USS Boxer Lintasi Selat Malaka
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Rekomendasi
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Berita Terkini
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, 68 Mitra Binaan di Medan Ikuti Program Sarinah Pandu
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved