Haji Denny-Difri Jadi Harapan Kaum Milenial untuk Perubahan Kalsel Lebih Baik!

loading...
Haji Denny-Difri Jadi Harapan Kaum Milenial untuk Perubahan Kalsel Lebih Baik!
Dukungan terus mengalir untuk pencalonan pasangan Denny Indrayana-Difriadi sebagai Gubernur Kalsel, pasca memastikan membawa satu tiket pendaftaran jalur parpol ke KPU nanti. Foto Ist
A+ A-
BANJARBARU - Dukungan terus mengalir untuk pencalonan pasangan Denny Indrayana-Difriadi sebagai Gubernur Kalimantan Selatan, pasca memastikan membawa satu tiket pendaftaran jalur parpol ke KPU nanti. Kini giliiran anak-anak muda yang tergabung dalam Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Kalsel, siap memenangkan pasangan yang diusung Gerindra dan Demokrat di Pilkada Serentak, 9 Desember 2020 nanti.
Haji Denny-Difri Jadi Harapan Kaum Milenial untuk Perubahan Kalsel Lebih Baik!

Puluhan anggota GMI Kalsel, menggelar dialog dengan calon gubernur yang memang dikenal dekat dengan milenial ini di Posko Pemenangan Haji Denny-Diri, di Banjarbaru, Minggu (9/8/2020) siang. (Baca: Bukit Piramid Telan Korban Jiwa, Pelajar Tewas Jatuh ke Jurang)

Dalam dialog yang berlangsung santai dan penuh keakraban, GMI menyatakan menaruh harapan besar kepada pasangan Haji Denny-Difri, untuk membawa Kalsel ke arah perubahan lebih baik sebagaimana keinginan para pemuda dan milineal di Banua.

Ketua GMI Kalsel Rahmat Kamaruddin mengatakan, ada kegelisan besar anak-anak muda khususnya milenial menyikapi kondisi Banua saat ini. Dimana berbagai potensi yang dimiliki Kalsel, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) tidak secara maksimal dikelola untuk kemaslahatan masyarakat. (Baca juga: Wanita Cantik Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Losmen)

“Ini menjadi kegelisahan bagi pemuda, terutama terkait kurangnya kesempatan yang diberikan kepada milinel untuk berkiprah di berbagai sektor,” katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (9/8/2020).

Rahmat melihat, munculnya Haji Denny di tengah kegelisaan para pemuda, menjadi harapan baru untuk membawa perubahan Kalsel lebih baik melalui Pilkada nanti.



Hal sama disampaikan Wakil Ketua GMI Andi Amryl yang mengatakan, mimpi anak-anak muda untuk bisa berperan lebih besar dalam kemajuan Banua, ternyata tak sebagaimana diharapkan. Harapan Andi yang merupakan lulusan luar negeri ini dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah—khususnya di bidang teknologi digital, kenyataanya harus terbentur pada birokrasi dan aturan.

“Smart City misalnya, tak pernah menjadi hal yang serius, baru sebatas simbol bagi pimpinan daerah saja. Kenyataannya di Banjarmasin atau Kalsel saat ini belum memiliki semacam Bandung Teknopolis yang menjadi silicon valley-nya Indonesia. Dimana bisa menjadi pusat teknologi digital yang mendorong kemajuan Banua,” katanya.

Kenyataannya, anak-muda muda yang ingin maju justru harus dihadapkan pada kebijakan dan aturan lama. Misalnya saja, untuk mengikuti sebuah tender, harus diwajibkan membuat CV perusahaan dulu dan persyaran macam-macam.

“Bagaimana anak-anak muda mampu membuat CV yang memerlukan modal besar hingga ratusan juta. Ini akhirnya mematikan semangat anak-anal muda yang ingin menjadi pengusaha,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai ‘curhatan’ milenial ini, Haji Denny mengatakan, bersyukur bisa mendapatkan dukungan dan kepercayaan anak-anak muda. Ia mengakui, milenial menjadi salah satu kunci dalam berperan untuk perubahan Kalsel yang lebih baik.



“Terutama terkait perhatian dalam pendidikan, kesempatan kerja, hingga peran yang lebih stategis untuk peningkatan indeks pembangunan manusia dan ekonomi Banua,” katanya.

Haji Denny mengatakan, sokongan milenial menjadi darah segar dan semangat baru bagi dirinya bersama Cawagub Difriadi, untuk lebih maksimal melakukan sosialisasi ke lapisan masyarakat.

“Sebab waktu kita memang harus berpacu dengan waktu. Tak bisa berleha-leha, sebab sembilan bulan terakhir waktu tersita untuk memastikan kendaraan politik. Yang Alhamdulillah saat ini sudah kita dapatkan lewat komitmen dari Gerindra dan Demokrat,” tegasnya.

Walau demikian, semangat untuk memberikan ruang lebih bagi milenial ke depan harus tetap mengacu pada kondisi riil ekonomi politik saat pandemi COVID-19.

“Kita harus realistis kedepan, seandainya saya dipercaya sebagai gubernur maka harus tahu bagaimana postur anggaran atau APBD pasca COVID-19. Soalnya satu atau dua tahun akan datang, pasti masih akan terdampak,” katanya.

Sehubungan hal tersebut, dalam berbagai kesempatan Haji Denny tidak bisa memberikan garansi atau janji, sebelum tahu postur anggaran.

“Banyak di berbagai kesempatan saya disodori komitmen, baik terkait jaminan pendidikan, kesejahteraan pendidik, dan lainnya. Saya tidak mau politik obral janji hanya demi mendapatkan suara. Semua harus sejak awal dipastikan dulu, untuk itu kedepan saya juga memiliki waktu lebih untuk memperdalam visi dan misi Cagub sebelum diserahkan ke KPU. Tentunya, masukan dari teman-teman milenial saat ini menjadi sangat berharga,” pungkasnya.
(sms)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top