Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Oknum Guru Ngaji Cabuli Muridnya
Minggu, 09 Agustus 2020 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
Ismail menuturkan, umumnya korban diraba kemaluan hingga area dada oleh terlapor berinisial AM yang sebelumnya disebut berusia 40 tahun, namun sejalan pendalaman penyelidikan pria tersebut rupanya sudah berusia lebih dari setengah abad.
"Jadi sejauh ini terlapor kita dapat informasi, pekerjaan kesehariannya adalah tukang ojek. Tapi sambil mengajar anak-anak mengaji, dia (usainya) berkisar dari 50 sampai 60 tahun, dan sudah memiliki tiga orang cucu," papar Ismail.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban yang tak lain adalah murid terlapor, diduga dilecehkan saat aktivitas pengajian tengah berlangsung. Peristiwa memilukan itu terjadi akhir Juli 2020 lalu, di halaman rumah terlapor yang dijadikan sebagai tempat mengaji.
Terlapor disebutkan Ismail, membangun balai-balai atau gazebo di bawah pohon mangga, akitivitas belajar mengajar dilakukan siang hari. Rata-rata murid belajar setelah pulang dari sekolah, dan saat AM lowong dalam bekerja sebagai tukang ojek.
"Jadi anak-anak ini pada saat diajari mengaji oknum guru ngajinya ini duduk di samping anak-anak tersebut. Lalu kemudian guru mengaji ini memasukkan tangannya ke balik baju korban dan memegang alat vital, seperti itu," imbuh Mantan Kanit Reskrim Tamalate Makassar itu.
Selain P2TP2A, pihaknya lanjut Ismail juga berkoordinasi dengan psikolog untuk memulihkan kondisi mental korban. Mengingat, peristiwa ini diduga terjadi bukan hanya sekali.
"Jadi sejauh ini terlapor kita dapat informasi, pekerjaan kesehariannya adalah tukang ojek. Tapi sambil mengajar anak-anak mengaji, dia (usainya) berkisar dari 50 sampai 60 tahun, dan sudah memiliki tiga orang cucu," papar Ismail.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban yang tak lain adalah murid terlapor, diduga dilecehkan saat aktivitas pengajian tengah berlangsung. Peristiwa memilukan itu terjadi akhir Juli 2020 lalu, di halaman rumah terlapor yang dijadikan sebagai tempat mengaji.
Terlapor disebutkan Ismail, membangun balai-balai atau gazebo di bawah pohon mangga, akitivitas belajar mengajar dilakukan siang hari. Rata-rata murid belajar setelah pulang dari sekolah, dan saat AM lowong dalam bekerja sebagai tukang ojek.
"Jadi anak-anak ini pada saat diajari mengaji oknum guru ngajinya ini duduk di samping anak-anak tersebut. Lalu kemudian guru mengaji ini memasukkan tangannya ke balik baju korban dan memegang alat vital, seperti itu," imbuh Mantan Kanit Reskrim Tamalate Makassar itu.
Selain P2TP2A, pihaknya lanjut Ismail juga berkoordinasi dengan psikolog untuk memulihkan kondisi mental korban. Mengingat, peristiwa ini diduga terjadi bukan hanya sekali.
Lihat Juga :