alexametrics

Jembatan Emas, Ikon Baru Pariwisata Bangka Belitung

loading...
Jembatan Emas, Ikon Baru Pariwisata Bangka Belitung
Jembatan Emas membentang kokoh di atas aliran Sungai Pangkal Balam, kawasan Ketapang, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Foto/Dok SINDO
A+ A-
BANGKA - Sejak dibangun enam tahun lalu, akhirnya Jembatan Emas yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, mulai digunakan masyarakat Negeri Junjung Besaoh, Provinsi Bangka Belitung.

Jembatan sepanjang 785 meter, dengan lebar 23 meter, membentang di atas aliran Sungai Pangkal Balam, wilayah Ketapang, Pangkalpinang, ini berdiri sangat kokoh.

Menghabiskan dana APBD Rp400 miliar, jembatan akronim dari nama mantan Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali Soeharso, ini langsung menjadi ikon baru pariwisata, di Provinsi Bangka Blitung.



Hebatnya, jembatan ini satu-satunya yang memakai teknologi bascule atau sistem buka tutup, di regional Sumatera, yang proses pengerjaannya memakai konsultan ahli dari Inggris, sehingga terlihat megah.

Dari atas jembatan ini, keindahan Pantai Air Anyir, Pasir Padi yang terletak di Komatadya Pangkalpinang, dan PLTU Air Anyir, di Kabupaten Bangka terlihat jelas.

Setiap sore, jembatan yang dioperasikan sejak enam bulan lalu ini selalu ramai dikunjungi muda mudi dan keluarga, warga Pangkalpinang dan Bangka, yang ingin menikmati indahnya alam kota timah itu.
Jembatan Emas, Ikon Baru Pariwisata Bangka Belitung

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengaku sangat senang, akhirnya Jembatan Emas yang sempat molor pengerjaannya itu selesai dibangun dan bisa dioperasionalkan.

"Jembatan ini belum diresmikan, tetapi sudah kami operasikan. Kami patut bersyukur dipenghujung tahun, jembatan bisa dioperasikan," kata Erzaldi di Bangka, Senin (1/1/2018).

Kata dia, antusiasme masyarakat terhadap hadirnya jembatan itu sangat besar. Terbukti dengan adanya hibah tanah 3,5 hektare senilai Rp19 miliar dari swasta untuk pengembangan kawasan jembatan.

"Kami bersyukur, itu hadiah masyarakat kepada pemerintah dan sekarang sudah bisa dioperasikan. Ini sebetulnya belum selesai semua. Masih ada yang harus dicat dan disempurnakan lagi," jelasnya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak