Belanda Monopoli Cukai Picu Perampokan, Pembunuhan, dan Letuskan Perang Diponegoro
Rabu, 06 Desember 2023 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Dihadapkan pada ancaman yang terus-menerus, para penjaga gerbang cukai mulai mengorganisasi tentara pribadi mereka sendiri, berupa para pengawal dan tukang pukul, yang beberapa di antaranya direkrut dari bekas Sepoy Benggala.
Hal ini menambah lingkaran setan kekerasan di daerah-daerah pedesaan menjelang pecahnya Perang Jawa. Pemerintah kolonial Eropa juga sadar akan dampak buruk dari pintu gerbang cukai itu dan berusaha mereformasinya.
Bahkan Inggris sempat menghapus bandar sepanjang Bengawan Solo dan Kali Brantas pada Februari 1814.
Belanda mengikuti langkah ini di Kedu pada 1824, tahun yang sama ketika Van der Capellen menunjuk tim komisioner beranggotakan tiga orang, yang dipimpin oleh Residen Surakarta dan Yogyakarta, untuk menyelidiki kinerja gerbang cukai.
Hal ini menambah lingkaran setan kekerasan di daerah-daerah pedesaan menjelang pecahnya Perang Jawa. Pemerintah kolonial Eropa juga sadar akan dampak buruk dari pintu gerbang cukai itu dan berusaha mereformasinya.
Bahkan Inggris sempat menghapus bandar sepanjang Bengawan Solo dan Kali Brantas pada Februari 1814.
Belanda mengikuti langkah ini di Kedu pada 1824, tahun yang sama ketika Van der Capellen menunjuk tim komisioner beranggotakan tiga orang, yang dipimpin oleh Residen Surakarta dan Yogyakarta, untuk menyelidiki kinerja gerbang cukai.
(ams)
Lihat Juga :