alexametrics

Bupati Karolin Prioritaskan 3 Program Keluarga Sejahtera di Kabupaten Landak

loading...
Bupati Karolin Prioritaskan 3 Program Keluarga Sejahtera di Kabupaten Landak
Bupati Kabupaten Landak, Kalbar, Karolin Margret Natasa menginstruksikan kepada perangkat kecamatan dan desa terkait pelaksanaan tiga program yang harus di jalankan di Kabupaten Landak. Foto SINDOnews/Odie K
A+ A-
LANDAK - Bupati Kabupaten Landak, Kalbar, Karolin Margret Natasa menginstruksikan kepada perangkat kecamatan dan desa terkait pelaksanaan tiga program yang harus di jalankan di Kabupaten Landak. Tiga program tersebut yakni Kampung KB, peningkatan gizi dan penanganan persoalan kekerasan terhadap ibu dan anak, Rabu (20/12/2017) di Ngabang, Landak.

Bupati Karolin dalam instruksinya juga berpesan supaya program tersebut mendapatkan hasil yang maksimal. "Jangan hanya membuat acara saja tetapi tidak ada hasil yang didapat," tegasnya.

Di Landak, ada tujuh desa yang dicanangkan untuk Kampung KB yang berasal dari Kecamatan Menjalin dan Kecamatan Menyuke.



Program Kampung KB merupakan kampung keluarga berencana yang merencanakan jumlah keluarga dengan dua anak supaya sejahtera. Bupati Karolin juga mengajak peserta mengingatkan kembali apa itu Keluarga Berencana.

"Keluarga berencana itu merencanakan keluarga, mulai ketika akan berkeluarga sudah memutuskan di usia yang layak untuk berkeluarga, kemudian merencanakan jumlah anak, tidak kebobolan, kemudian anak harus mendapatkan gizi yang cukup dan sehat, mendapatkan pendidikan, lalu pada saat si anak remaja dibimbing diarahkan pada kegiatan postif, tahu dan sadar alat reproduksinya dan sehat, kemudian kembali ke siklus dia akan merencanakan keluarga lagi, sementara orang tuanya memasuki lanjut usia, dan tetap dibina, dijaga supaya memiliki angka harapan hidup yg tinggi. Semua direncanakan, itulah dia keluarga berencana. Yang dimulai dia dari bayi sampai lansia," kata Bupati milineal ini.

Menurut dia, jangan cuma Kampung KB hanya mengurus kondom, spiral, pil dan suntik. "Tugas para aparat desa dan kecamatan membina masyarakatnya mencapai hasil yang maksimal di program Kampung KB, itu yang harus dikakukan," timpal Karolin.

Disampaikannya, semua perangkat desa harus mensukseskan program ini, bukan hanya di Kabupaten dan Dinas saja."Nah bedanya Kampung KB dan Kampung lain, silakan didiskusikan dengan dinas," tuturnya.

Bupati Karolin dalam rapat dengan perangkat kecamatan dan desa juga menginstruksikan dalam Kampung KB melarang masyarakat menikah di usia muda. "Buat dalam peraturan desa. Di setiap desa dibuat program pemahaman gizi keluarga," katanya.

Bupati juga meminta setiap Kampung KB membuat programnya sendiri-sendiri. "Kalau perlu setiap bulan sekali makan bersama dengan gizi yang baik," pesannya.

Dikatakannya dana desa bisa dipergunakan. Disini diperlukan tugas penyuluhan terkait makanan yang bergizi.
Persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga menjadi poin penting yang diperintahkan Karolin kepada aparat desa untuk diperhatikan. Karena persoalan ini di Indonesia masih cukup tinggi.

"Anak yang dihamili bapaknya, pemerkosaan di lingkungan dekat, saya mau setiap desa program penyuluhan soal ini ada. Saya juga minta perangkat desa dan adat ketemu, buat kesepakatan, bahwa kalau ada kekerasan terhadap anak, tidak boleh diselesaikan secara adat, harus diproses secara hukum yang berlaku di tanah air, kalau bapaknya menghamili anaknya tidak bisa diselesaikan secara adat, memang ini persoalan yang berat bagi keluarga, karena membuka aib keluarga, dilema, tetapi kita harus punya pandangan yang sama, saya semua desa ada kesepakatan, bahwa persoalan ini bawa ke ranah hukum," paparnya.

Karolin menyampaikan ke tiga program tersebut harus dijalankan. Program gizi merupakan poin yang dinilai cukup besar bagi pemerintah pusat yang akan diberikan ke kabupaten. Sementara Pemda tidak memiliki anggaran yang cukup, di Landak sendiri cuma memiliki anggatan Rp18 miliar dan ini jauh dari cukup.

"Untuk itu dibutuhkan tambahan dana dari pusat terkait program yang digelar di Pedesaan. Program-program ini dinilai sangat penting demi menggapai kesejahteraan masyarakat desa," pungkas Karolin.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak