Misteri Tanah Kutukan Candi Penampihan, Dipercaya Bisa Binasakan Penginjaknya
Sabtu, 02 Desember 2023 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
Pada masa awal berdirinya Candi Penampihan, wilayah Tulungagung masih dikenal dengan nama Rawa Campur, yakni kawasan rawa di mana terdapat pemukiman penduduk.
Pusat kota Rawa Campur adalah di Ngrowo dan Kalangbret. Pada masa Kerajaan Mataram Islam, wilayah Rawa Campur diperintah dua tumenggung atau dua bupati yang bertahta di Ngrowo dan Kalangbret.
Secara administrasi wilayah Ngrowo dan Kalangbret berada di bawah kekuasaan Bupati Wedana Madiun Raden Ronggo Prawirodiningrat (1822-1859).
Pasca perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825-1830), wilayah Ngrowo dan Kalangbret yang berada di bawah kekuasaan gubernemen kolonial Belanda disatukan menjadi Tulungagung.
Sementara itu, misteri tanah gatel yang berada di komplek Candi Penampihan hingga kini tidak pernah terungkap. Seiring perkembangan zaman cerita tentang tanah gatel secara perlahan terlupakan.
Pusat kota Rawa Campur adalah di Ngrowo dan Kalangbret. Pada masa Kerajaan Mataram Islam, wilayah Rawa Campur diperintah dua tumenggung atau dua bupati yang bertahta di Ngrowo dan Kalangbret.
Secara administrasi wilayah Ngrowo dan Kalangbret berada di bawah kekuasaan Bupati Wedana Madiun Raden Ronggo Prawirodiningrat (1822-1859).
Pasca perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825-1830), wilayah Ngrowo dan Kalangbret yang berada di bawah kekuasaan gubernemen kolonial Belanda disatukan menjadi Tulungagung.
Sementara itu, misteri tanah gatel yang berada di komplek Candi Penampihan hingga kini tidak pernah terungkap. Seiring perkembangan zaman cerita tentang tanah gatel secara perlahan terlupakan.
(shf)
Lihat Juga :