Misteri Tanah Kutukan Candi Penampihan, Dipercaya Bisa Binasakan Penginjaknya
Sabtu, 02 Desember 2023 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Candi Gedong Songo Peninggalan Mataram Kuno di Gunung Ungaran yang Penuh Misteri
Candi Penampihan diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Dibangun pada tahun Saka 820 atau 898 Masehi dengan pagelaran wayang (ringgit), Candi Penampihan merupakan candi Hindu kuno yang berfungsi untuk pemujaan Dewa Siwa.
Penampihan mengandung arti penerimaan yang bersyarat. Namun dalam versi lain diterjemahkan sebagai penolakan. Sejumlah arca dan prasasti ditemukan di komplek Candi Penampihan, yakni arca Siwa dan Dwarapala.
Sedangkan prasasti yang ditemukan ditulis dengan huruf Pallawa. Prasasti Tinulat begitu disebut, berisi narasi tentang nama-nama Raja Balitung dan seseorang yang bernama Mahesa Lalatan.
Prasasti juga menceritakan sistem sosial masyarakat kala itu, yakni Catur Asrama. Di kawasan Candi Panampihan juga terdapat dua kolam kecil yang bernama Samudera Mantana.
Konon dua kolam di Candi Penampihan menjadi indikator atau alat ukur kondisi air di Pulau Jawa, yakni sisi Utara dan Selatan. Kalau kolam dalam keadaan kering diterjemahkan air di pulau Jawa sedang kering.
Begitu juga sebaliknya bila air kolam di Candi Penampihan dalam kondisi penuh, maka di mana-mana telah terjadi banjir.
Candi Penampihan diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Dibangun pada tahun Saka 820 atau 898 Masehi dengan pagelaran wayang (ringgit), Candi Penampihan merupakan candi Hindu kuno yang berfungsi untuk pemujaan Dewa Siwa.
Penampihan mengandung arti penerimaan yang bersyarat. Namun dalam versi lain diterjemahkan sebagai penolakan. Sejumlah arca dan prasasti ditemukan di komplek Candi Penampihan, yakni arca Siwa dan Dwarapala.
Sedangkan prasasti yang ditemukan ditulis dengan huruf Pallawa. Prasasti Tinulat begitu disebut, berisi narasi tentang nama-nama Raja Balitung dan seseorang yang bernama Mahesa Lalatan.
Prasasti juga menceritakan sistem sosial masyarakat kala itu, yakni Catur Asrama. Di kawasan Candi Panampihan juga terdapat dua kolam kecil yang bernama Samudera Mantana.
Konon dua kolam di Candi Penampihan menjadi indikator atau alat ukur kondisi air di Pulau Jawa, yakni sisi Utara dan Selatan. Kalau kolam dalam keadaan kering diterjemahkan air di pulau Jawa sedang kering.
Begitu juga sebaliknya bila air kolam di Candi Penampihan dalam kondisi penuh, maka di mana-mana telah terjadi banjir.
Lihat Juga :