Terungkap! Ini Alasan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Getol Budidaya Pisang

Senin, 27 November 2023 - 23:39 WIB
loading...
Terungkap! Ini Alasan...
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin sejak awal getol ingin membudidayakan pisang di seluruh wilayah Sulawesi Selatan untuk kesejahteraan petani. Foto/MPI/Abdoellah Nicolha
A A A
MAKASSAR - Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin sejak awal getol ingin membudidayakan pisang di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Ternyata, dia ingin membangun ekosistem bisnisnya demi kesejahteraan petani di daerah itu.

Hal itu pun dia buktikan dengan menjalin kerja sama dengan PT Yas Exports Internasional (YEI) dan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pembelian hasil budidaya pisang cavendish, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, (27/11/2023).

Baca juga: Bibit Pisang Varietas Unggul Dampit Malang, Gubernur Khofifah Beri Nama 'Pisang Mulia'

“MoU ini memastikan pasar hasil budidaya pisang Cavendish,” kata Bahtiar.

Dia pun menyampaikan terimakasih kepada PT YEI yang memiliki 260 cabang perusahaan di negara-negara yang mengonsumsi pisang.

"Ini yang kita mau tanam di Sulawesi Selatan dan ekosistem bisnisnya sudah saya bangun dan kita sudah ada kontrak farming. Jadi saya serius membangun ekosistem bisnisnya dari hulu sampai hilir. Ini tanaman bisnis, bukan tanaman biasa dan punya nilai ekonomi," ungkapnya usai penandatanganan MoU

Menurut dia, sejauh ini sudah ada lima bank yang memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk budidaya pisang cavendish. Ada BNI, Bank Sulselbar, BSI, BRI dan Mandiri. Bahkan sudah ada yang berproses di beberapa daerah.

Baca juga: Kementan Dorong Pengembangan Komoditas Pisang Gapi Gorontalo

"Saya minta tahun depan minimal Rp15 triliun. Karena ini tanaman bisnis, makanya ada yang mau biayai. Dan ini sudah ada kontraknya. Kita tanam hari ini pembelinya sudah ada, makanya bank mau," ungkapnya.

"Dari Yaman dan Kuwait sangat memerlukan pisang, tapi stoknya tidak ada. Hari ini, khusus untuk komoditi pisang cavendish yang kita kembangkan supaya seluruh hasil produksi pisang cavendish bisa dibeli," sambungnya.

MoU ini, kata Bahtiar, agar petani mendapatkan harga yang bagus.

"Jangan ketika produksi meningkat tapi harga lalu turun, kan kasian ini seperti beras dan jagung selama ini. Petaninya tidak pernah naik kelas karena harganya malah jatuh turun, maka harus ada kontrak farming namanya. Jadi pada saat hasilnya melimpah harganya tidak turun, misalnya di kontrak Rp4.000 per kg misalnya. Kontrak farming ini kita sudah lakukan juga dengan PT Cipta Agri Pratama," urainya.

President Director PT YEI Shihab Yooseph, menyampaikan terima kasih kepada Pj Gubernur Sulsel atas inisiasi MoU ini.

"Kami sudah melakukan ekspor ikan dan banyak lagi produk-produk lain dari Indonesia," ungkap Shihab Yooseph usai tanda tangan MoU.

Dia mengungkapkan, perusahaannya sudah memiliki 260 hypermart di seluruh dunia dan Indonesia ada 6 hypermart serta dalam waktu dekat akan dibangun satu, khusus di Kota Makassar.

"Kami memiliki 260 hypermart di seluruh Timur Tengah dan Indonesia kita operasikan 6 hypermart dan Insya Allah secepatnya kita akan buka satu di Makassar untuk pisang cavendish," bebernya.

Selama ini, pihaknya sudah melakukan ekspor pisang cavendish dari Indonesia ke berbagai negara di Timur Tengah mencapai 200-300 kontainer per tahunnya.

"Kami sudah ekspor dari Indonesia sekitar 200 sampai 300 kontainer pertahun. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan ekspor dari Makassar berupa pisang cavendish. Kita akan bersaing dengan produk dari Filipina dan Ekuador," ungkapnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
27.969 Bidang Tanah...
27.969 Bidang Tanah Milik Pemda di Sulsel Senilai Rp27,5 Triliun Belum Bersertifikat
Diperiksa Polda Metro...
Diperiksa Polda Metro Jaya, Pelapor Feri Amsari Dicecar 20 Pertanyaan
Kisah Tono Suwarna,...
Kisah Tono Suwarna, Tinggalkan PNS Kini Jadi Petani Sukses Bawang Merah di Jabar
Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan...
Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Pentingsari Sleman
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
MBG Dinilai Jadi Motor...
MBG Dinilai Jadi Motor Ekonomi Lokal dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
IPB University Sebut...
IPB University Sebut Pentingnya Sistem Pangan sebagai Kunci Swasembada
Rekomendasi
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Berita Terkini
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved