Bioteknologi Dunia Pangan Jadi Solusi Pertanian Indonesia
Jum'at, 24 November 2023 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
“Pertanian kedelai di Amerika menggunakan lebih sedikit input dan dampak lingkungan yang sejalan dengan indikator Sustainable Development,” ungkapnya.
Hingga 2025 pertanian kedelai Amerika menargetkan penurunan emisi rumah kaca sebesar 10%, mengurangi dampak penggunaan 10 %, meningkatkan efisiensi energi hingga 10% dan mengurangi erosi tanah hingga 25%.
Ketua Pembina Forum Tempe Indonesia Made Astawan mengatakan, dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa berdasarkan penelitian, Generasi-Z lebih tertarik untuk mengikuti tren pembelian produk ramah lingkungan.
Di tengah tren gaya hidup sehat, pilihan untuk menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan juga meningkat.“Khusus di Indonesia, belum banyak yang mengetahui mengenai Eco-Labels atau sertifikasi produk ramah lingkungan,” paparnya.
Perilaku konsumen dalam memilih produk yang memiliki eco- labels dipastikan akan memberikan dampak secara luas. Kesadaran Gen Z menjadi harapan besar bahwa kedepan produk- produk ramah lingkungan akan semakin mendapatkan prioritas.
Pengrajin Tempe Super Dangsul dari Bantul Sahrul mengatakan, sebagai produk pangan asli Indonesia, Tempe tentunya memiliki sejarahnya sendiri. Leluhur bangsa Indonesia sejak beberapa abad yang lalu ternyata sudah menerapkan konsep zero waste.
“Saat ini tidak banyak rumah tangga yang memproduksi tempe sekaligus memiliki hewan ternak, bukan berarti tidak bisa meneruskan ajaran leluhur kita. Saat justru mendapatkan pendapatan lebih, karena limbah produksi tempe dimanfaatkan peternak sebagai pakan,” tegasnya.
Hingga 2025 pertanian kedelai Amerika menargetkan penurunan emisi rumah kaca sebesar 10%, mengurangi dampak penggunaan 10 %, meningkatkan efisiensi energi hingga 10% dan mengurangi erosi tanah hingga 25%.
Ketua Pembina Forum Tempe Indonesia Made Astawan mengatakan, dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa berdasarkan penelitian, Generasi-Z lebih tertarik untuk mengikuti tren pembelian produk ramah lingkungan.
Di tengah tren gaya hidup sehat, pilihan untuk menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan juga meningkat.“Khusus di Indonesia, belum banyak yang mengetahui mengenai Eco-Labels atau sertifikasi produk ramah lingkungan,” paparnya.
Perilaku konsumen dalam memilih produk yang memiliki eco- labels dipastikan akan memberikan dampak secara luas. Kesadaran Gen Z menjadi harapan besar bahwa kedepan produk- produk ramah lingkungan akan semakin mendapatkan prioritas.
Pengrajin Tempe Super Dangsul dari Bantul Sahrul mengatakan, sebagai produk pangan asli Indonesia, Tempe tentunya memiliki sejarahnya sendiri. Leluhur bangsa Indonesia sejak beberapa abad yang lalu ternyata sudah menerapkan konsep zero waste.
“Saat ini tidak banyak rumah tangga yang memproduksi tempe sekaligus memiliki hewan ternak, bukan berarti tidak bisa meneruskan ajaran leluhur kita. Saat justru mendapatkan pendapatan lebih, karena limbah produksi tempe dimanfaatkan peternak sebagai pakan,” tegasnya.
(ams)
Lihat Juga :