Sejarah dan Asal-usul Nama Sabang, Kota di Ujung Barat Indonesia
Rabu, 22 November 2023 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
Pulau Weh yang terletak di Selat Malaka memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan strategis. Pada awalnya, dikenal sebagai Pulau Emas oleh Ptolomeus, kemudian disebut Sabang oleh para pedagang Arab.
Sejak abad ke-13, pelabuhan ini menjadi tempat penting bagi pelayaran dari Oman ke China melalui rute yang meliputi beberapa pulau dan tempat lainnya. Peran Sabang semakin kuat setelah tahun 1869.
Ketika itu jalur perdagangan ke Indonesia melalui Selat Malaka menjadi lebih populer setelah dibukanya Terusan Suez. Pemerintah Hindia Belanda membuka Sabang sebagai dermaga utama karena kealamian pelabuhan dan lokasinya yang strategis.
Pada akhir abad ke-19, Sabang menjadi pangkalan batu bara bagi Angkatan Laut Belanda dan tempat ekspor utama di Sumatera Utara. Kemudian era pelabuhan bebas dimulai pada 1895. Hal tersebut membuat Sabang sebagai pusat logistik untuk kapal luar negeri yang melintasi Selat Malaka.
Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Meulaboh, Kota yang Paling Parah Terkena Tsunami Aceh 2004
Pada abad ke-20, Sabang berkembang menjadi pelabuhan penting sebelum peranannya perlahan-lahan tergeser oleh Singapura ketika kapal bertenaga diesel mulai dominan.
Pada tahun 1970, pemerintah Indonesia merencanakan pengembangan Sabang dalam berbagai sektor. Meski Sabang pernah menjadi salah satu pelabuhan terpenting di Indonesia, akhirnya ditutup pada tahun 1986 setelah masa kejayaannya yang panjang sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan strategis di Selat Malaka.
Sejak abad ke-13, pelabuhan ini menjadi tempat penting bagi pelayaran dari Oman ke China melalui rute yang meliputi beberapa pulau dan tempat lainnya. Peran Sabang semakin kuat setelah tahun 1869.
Ketika itu jalur perdagangan ke Indonesia melalui Selat Malaka menjadi lebih populer setelah dibukanya Terusan Suez. Pemerintah Hindia Belanda membuka Sabang sebagai dermaga utama karena kealamian pelabuhan dan lokasinya yang strategis.
Pada akhir abad ke-19, Sabang menjadi pangkalan batu bara bagi Angkatan Laut Belanda dan tempat ekspor utama di Sumatera Utara. Kemudian era pelabuhan bebas dimulai pada 1895. Hal tersebut membuat Sabang sebagai pusat logistik untuk kapal luar negeri yang melintasi Selat Malaka.
Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Meulaboh, Kota yang Paling Parah Terkena Tsunami Aceh 2004
Pada abad ke-20, Sabang berkembang menjadi pelabuhan penting sebelum peranannya perlahan-lahan tergeser oleh Singapura ketika kapal bertenaga diesel mulai dominan.
Pada tahun 1970, pemerintah Indonesia merencanakan pengembangan Sabang dalam berbagai sektor. Meski Sabang pernah menjadi salah satu pelabuhan terpenting di Indonesia, akhirnya ditutup pada tahun 1986 setelah masa kejayaannya yang panjang sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan strategis di Selat Malaka.
Lihat Juga :