30.000 Orang Meninggal Dunia Masuk Data Pemilih di Sumenep, Ini Kata KPU

Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:42 WIB
loading...
30.000 Orang Meninggal...
Komisi Pemilihan Umum (KPU)
A A A
SURABAYA - Sebanyak 30.000 orang yang telah meninggal masuk dalam daftar pemilih bahan pencocokan dan penelitian ( coklit ) Pilbup Sumenep 2020. Temuan itu berdasarkan hasil sementara coklit yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep.

Ketua KPU Jatim, Choirul Anam tidak membantah bahwa memang ada temuan tersebut. Namun dia menilai temuan tersebut merupakan hal yang wajar. Diapun mengulas alur pencatatan data pemilih.

(Baca juga: Karyawannya Meninggal Akibat COVID-19, Dipendukcapil Ditutup )

Awalnya, KPU pusat menerima Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Lalu KPU pusat melakukan sinkronisasi dengan DPT (dapat pemilih tetap) terakhir, ditambah dengan data pemilih pemula yang berusia 17 tahun sampai dengan 9 Desember 2020,” katanya, Kamis (6/8/2020).

Selanjutnya, imbuh Anam, data mentah itu diberikan ke KPU kabupaten dan kota untuk dilakukan pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Misalnya, datanya ada 10.000 pemilih, karena jumlah TPS dibatasi maksimal 500 pemilih, maka 10.000 pemilih itu paling tidak disediakan 25 TPS. “Tentunya dengan tidak memisahkan orang dalam satu keluarga dana macam-macam,” terangnya.

(Baca juga: Tabrakan Beruntun Rombongan Mobil Polisi, 3 Anggota Polres Jember Terluka )

Setelah dipetakan menjadi TPS-TPS, baru kemudian data mentah pemilih diberikan kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). PPDP ini kemudian melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) dari rumah ke rumah.

Proses coklit ini untuk memutakhirkan. Salah satunya ketika ditemukan penduduk yang sudah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai pemilih. “Bisa karena meninggal dunia, pindah, alih status dan pindah tidak diketahui,” ujarnya.

Jika sudah TMS, maka akan dicoret dalam daftar pemilih. Disatu sisi, KPU juga melakukan pemutakhiran terhadap pemilih yang belum terdaftar. Misalnya seseorang yang selama ini belum pernah mengurus administrasi kependudukan. Ketika saat coklit sudah mengurus administrasi kependudukan, maka akan dimasukkan dalam data pemilih.

“Jadi wajar ketika ada data 10.000 atau sekian ribu orang meninggal masuk data pemilih. Jadi prosesnya seperti itu. Saat ini masih pemutakhiran,” terangnya.

Namun, kata Anam, yang tidak wajar adalah ketika ada orang yang meninggal dunia masuk data Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pasalnya, sebelum menjadi DPT, nama pemilih sudah melalui serangkaian penelitian dan juga verifikasi.

“Saat ini baru dari DP4, data mentah. Data mentah dicoklit. Jadi wajar kecuali ditemukan ketika sudah dari DPT. Ini masalah. Setelah coklit, kita susun untuk kemudian ditetapkan menjadi Daftar Pemilih (DPS). Lalu kita umumkan lagi . Ada yang salah tidak. Apa ada yang meninggal dunia. Nanti diperbaiki lagi. Setelah diumumkan 14, kita tetapkan menjadi DPT,” pungkasnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Aparat Didesak Tindak...
Aparat Didesak Tindak Pabrik Rokok di Sumenep Diduga Langgar Izin Operasi Mesin Pelinting
Bikin Geger! Benda Mirip...
Bikin Geger! Benda Mirip Torpedo Mengapung di Pinggir Pantai Sumenep
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Akan Gugat KPU terkait Ijazah Jokowi
DPD Partai Perindo Jakarta...
DPD Partai Perindo Jakarta Timur dan KPU Bahas Verifikasi Faktual
117 Kali Gempa Susulan...
117 Kali Gempa Susulan Guncang Sumenep, Warga Diminta Waspada
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
KPU Ingatkan PPP Tetap...
KPU Ingatkan PPP Tetap Mengacu UU Pemilu dan Parpol saat Daftar Peserta Pemilu
Roy Suryo Tuding Format...
Roy Suryo Tuding Format Ukuran Ijazah Jokowi Berbeda, Ketum Jokman: Ini Sesuatu Hal yang Enggak Masuk Akal
Rekomendasi
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Berita Terkini
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved