5 Fakta Wafatnya Pangeran Diponegoro, Diasingkan hingga Meninggal dalam Benteng

Sabtu, 18 November 2023 - 13:07 WIB
loading...
5 Fakta Wafatnya Pangeran...
Pangeran Diponegoro sempat ditangkap dan diasingkan Belanda sebelum wafat. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Pangeran Diponegoro merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional yang berperan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda. Ia dikenal sebagai seorang kesatria pemberani yang lahir di tanah Jawa.

Pangeran Diponegoro adalah putra sulung Sultan Hamengkubuwana III, raja Kesultanan Mataram yang berpusat di Yogyakarta. Ia lahir pada tahun 1785 dengan nama Raden Mas Mustahar.

Sebagai seorang kesatria, putra kesultanan Mataram ini sangat tegar dalam menghadapi gejolak pertempuran dengan penjajah. Bahkan hingga akhir hayatnya, ia terus berjuang bagi kedaulatan bangsa Indonesia.

Berikut lima fakta wafatnya Pangeran Diponegoro yang menarik diketahui.

Fakta Wafatnya Pangeran Diponegoro


1. Ditangkap oleh Belanda


Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda pada 28 Maret 1830. Penangkapan tersebut terjadi saat ia datang ke Magelang untuk melakukan perundingan damai dengan Jenderal De Kock.

Baca Juga Kisah Kedekatan Pangeran Diponegoro dengan Raden Ronggo Jadi Inspirasi Perlawanan ke Belanda

Ia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. Namun, Belanda tidak menghormati janjinya. Belanda malah membawa Pangeran Diponegoro menuju Batavia sebagai tahanan politik.

2. Diasingkan ke Pulau Sulawesi


Pangeran Diponegoro kemudian diasingkan ke Manado, lalu ke Makassar Sulawesi Selatan. Ketika sampai di Makassar, ia ditahan di Benteng Rotterdam yang terkenal sangat ketat.

Ia ditempatkan di sebuah ruangan yang sempit dan gelap, tanpa jendela dan ventilasi. Pangeran Diponegoro juga dilarang berkomunikasi dengan siapa pun, kecuali para pengawal karena ia berasal dari kalangan kerajaan.

3. Menulis Karya Sastra hingga Akhir Hayatnya


Selama di Makassar, Pangeran Diponegoro tetap menjalankan ibadah dan puasa dengan tekun. Pada tahun 1938, ia tidak hanya berdiam diri menunggu ajalnya saja, tetapi beralih menjadi seorang penulis.

Baca Juga Kisah Pangeran Diponegoro Tolak Ritual Adat Jawa Jelang Wafat Sri Sultan HB III

Sepanjang hidup di Makassar, Pangeran Diponegoro menulis beberapa karya sastra, seperti Babad Diponegoro, Sejarah Ratu Tanah Jawa dan Hikayat Tanah Jawa.

4. Meninggal karena Terserang Penyakit


Pangeran Diponegoro meninggal dunia pada tanggal 8 Januari 1855. Ia meninggal akibat penyakit malaria yang dideritanya sejak lama.

Sebelum meninggal Pangeran Diponegoro berpesan kepada keluarganya agar dimakamkan di Makassar saja. Akhirnya Pangeran Diponegoro pun dimakamkan di Kampung Melayu, Makassar.

5. Kondisi Makam Pangeran Diponegoro


Sampai akhir hayatnya, berita dan tempat pengasingan Pangeran Diponegoro masih dirahasiakan pihak Belanda. Setelah wafat, pahlawan asal Kerajaan Mataram Islam ini dimakamkan pada kompleks yang terdiri atas pintu gerbang, mushola, pendopo, serta 66 makam.

Makam Pangeran Diponegoro di Makassar menjadi tempat ziarah bagi banyak orang, terutama keturunan dan pengikutnya. Disana beliau dimakamkan berjejeran dengan makam istrinya, RA Ratu Ratna Ningsih yang keduanya memiliki ukuran besar.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Rumah Jusuf Kalla di...
Rumah Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Jakarta Selatan Ditabrak Mobil, Pagar Ringsek!
Di Depan Pusara Pahlawan...
Di Depan Pusara Pahlawan M.H. Thamrin, Pramono Serukan Persatuan Orang Betawi
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
Rekomendasi
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Berita Terkini
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved