Taktik Nasi Liwet Bikin Pangeran Singasari Kalah dan Ditangkap VOC Belanda
Sabtu, 11 November 2023 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga menegaskan prajurit harus mematuhi perintahnya tanpa harus menggerutu.Dipimpin Kiai Muhammad bin Umar dan Raden Ronggo Prawirodirdjo I, sebanyak 40 orang prajurit berhasil menembus tiga lapis pertahanan Pangeran Singasari terkenal sulit ditembus.
Konon, penembusan pertahanan itu tanpa melalui peperangan yang berdarah-darah, tapi lebih karena pengaruh wibawa Kiai Muhammad bin Umar yang besar. Dalam pandangan Pangeran Singasari, prajuritnya yang ditugasi berjaga di tiga lapis pertahanan.
Baca Juga: Kisah Heroik Pasukan Budak Untung Surapati Pukul Mundur Tentara VOC Belanda
Terlihat sebagai anak-anak kecil yang membawa belahan bambu dan panah kecil. Mereka juga terlihat berpakaian mirip pasukan gabungan Jawa dan VOC. Pangeran Singasari yang penasaran memutuskan keluar dari markas pertahanannya dan mendapati penglihatannya keliru.
Konon, penembusan pertahanan tanpa melalui perang adalah pengejawantahan dari nasi liwet atau ngliwet yang bermakna lewat selamat, yang sebelumnya diperintahkan Kiai Muhammad bin Umar kepada prajuritnya untuk menanak nasi.
Kiai Muhammad bin Umar berhasil bertatap muka langsung dengan Pangeran Singasari. “Pangeran Singasari sadar telah kalah wibawa dari Kiai Muhammad bin Umar”.
Pada 16 Juli 1768 Pangeran Singasari menyerah dengan syarat tidak diborgol saat dibawa menghadap Sultan Hamengkubuwono I. Kiai Muhammad bin Umar juga bersedia menjamin keselamatan Pangeran Singasari, yakni sultan tidak menjatuhkan hukuman mati.
Dalam sejarahnya Pangeran Singasari kemudian dibawa ke Surabaya untuk selanjutnya diasingkan ke luar Jawa. Ia sempat dibawa ke Batavia, tetapi kemudian meninggal dunia dengan status tawanan yang dirantai sebelum diasingkan ke luar negeri.
Konon, penembusan pertahanan itu tanpa melalui peperangan yang berdarah-darah, tapi lebih karena pengaruh wibawa Kiai Muhammad bin Umar yang besar. Dalam pandangan Pangeran Singasari, prajuritnya yang ditugasi berjaga di tiga lapis pertahanan.
Baca Juga: Kisah Heroik Pasukan Budak Untung Surapati Pukul Mundur Tentara VOC Belanda
Terlihat sebagai anak-anak kecil yang membawa belahan bambu dan panah kecil. Mereka juga terlihat berpakaian mirip pasukan gabungan Jawa dan VOC. Pangeran Singasari yang penasaran memutuskan keluar dari markas pertahanannya dan mendapati penglihatannya keliru.
Konon, penembusan pertahanan tanpa melalui perang adalah pengejawantahan dari nasi liwet atau ngliwet yang bermakna lewat selamat, yang sebelumnya diperintahkan Kiai Muhammad bin Umar kepada prajuritnya untuk menanak nasi.
Kiai Muhammad bin Umar berhasil bertatap muka langsung dengan Pangeran Singasari. “Pangeran Singasari sadar telah kalah wibawa dari Kiai Muhammad bin Umar”.
Pada 16 Juli 1768 Pangeran Singasari menyerah dengan syarat tidak diborgol saat dibawa menghadap Sultan Hamengkubuwono I. Kiai Muhammad bin Umar juga bersedia menjamin keselamatan Pangeran Singasari, yakni sultan tidak menjatuhkan hukuman mati.
Dalam sejarahnya Pangeran Singasari kemudian dibawa ke Surabaya untuk selanjutnya diasingkan ke luar Jawa. Ia sempat dibawa ke Batavia, tetapi kemudian meninggal dunia dengan status tawanan yang dirantai sebelum diasingkan ke luar negeri.
(ams)
Lihat Juga :