Kedahsyatan Pasukan Elite Tombak Jitu Keraton Yogyakarta saat Geger Sepehi
Minggu, 05 November 2023 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Dimana ada 20 persen dari seluruh pasukan penyerbu, yang menjadi korban seperti yang dialami Inggris di Meester Cornelis. Namun hal itu tidak terjadi, Inggris "hanya" kehilangan 23 serdadu tewas, termasuk seorang perwira, dan 74 lainnya luka- luka, dari total kekuatan serangan mereka yang kurang dari seribu personel.
Sehingga angka rata-rata korban di pihak Inggris hanya di bawah 10 persen, lumayan kecil dibandingkan dengan ratusan orang-angka kerugian yang gugur di pihak keraton. Pada hari penyergapan Sindurejo II, Gubernur Jenderal Inggris Raffles mengutus penerjemah Karesidenan Semarang, C.F. Krijgsmanuntuk mengultimatum Sultan.
Baca Juga: Sakralnya Labuhan Alit Keraton Yogyakarta Memperingati Bertahtanya Sri Sultan HB X
Jika tidak menyerahkan takhta dalam dua jam kepada Putra Mahkota, maka Inggris akan mulai membombardir keraton dengan meriam. Sambil menoleh kepada Putra Mahkota, Sultan bertanya apakah la siap untuk menerima tuntutan Inggris itu.
Putra Mahkota dengan tegas menolak, dan berdasarkan itu Sultan menulis sepucuk surat tegas yang menjelaskan secara rinci penolakannya, dan kemudian meminta Notokusumo untuk menjelaskan mengapa belakangan ini dia membelot ke pihak Inggris. Pemboman meriam artileri Inggris dimulai pada sore harinya hingga malam.
Sehingga angka rata-rata korban di pihak Inggris hanya di bawah 10 persen, lumayan kecil dibandingkan dengan ratusan orang-angka kerugian yang gugur di pihak keraton. Pada hari penyergapan Sindurejo II, Gubernur Jenderal Inggris Raffles mengutus penerjemah Karesidenan Semarang, C.F. Krijgsmanuntuk mengultimatum Sultan.
Baca Juga: Sakralnya Labuhan Alit Keraton Yogyakarta Memperingati Bertahtanya Sri Sultan HB X
Jika tidak menyerahkan takhta dalam dua jam kepada Putra Mahkota, maka Inggris akan mulai membombardir keraton dengan meriam. Sambil menoleh kepada Putra Mahkota, Sultan bertanya apakah la siap untuk menerima tuntutan Inggris itu.
Putra Mahkota dengan tegas menolak, dan berdasarkan itu Sultan menulis sepucuk surat tegas yang menjelaskan secara rinci penolakannya, dan kemudian meminta Notokusumo untuk menjelaskan mengapa belakangan ini dia membelot ke pihak Inggris. Pemboman meriam artileri Inggris dimulai pada sore harinya hingga malam.
(hri)
Lihat Juga :