Harga Kebutuhan Pokok di Sukabumi Melambung Tinggi, Warga Kian Merana
Jum'at, 03 November 2023 - 19:13 WIB
loading...
A
A
A
Untuk perjalanan sehari, ia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp20 ribu untuk bayar ongkos ojek. Ia merasa terjebak dalam situasi yang sulit, di mana kebutuhan pokok semakin mahal sementara pendapatannya terbatas.
"Segala bahan pokok makin naik, kalau tidak jualan kopi mau bagaimana lagi. Semakin hari makin menyulitkan. Kopi aja sekarang mahal satu rencengnya," ucap Mak Aweng, Jumat (3/11/2023).
Di sela melayani pembeli, Mak Aweng menceritakan suaminya pada tahun 2010 meninggal, di situ dia terpaksa harus membesarkan anak-anaknya sendiri. Ia menjalankan bisnis kopi sejak anak-anaknya masih kecil, hingga mereka lulus dari SMA.
Baca juga: Perampokan Berdarah Gemparkan Ponorogo, Wanita Pemilik Hotel Dibacok dan Disekap
Situasi yang sulit dan tekanan ekonomi terus menerus menjadi tantangan dalam hidupnya. "Kalau tidak begini (jualan kopi), pemasukan dari mana lagi. Walaupun pendapatan minim hanya bisa untuk sehari-hari, tapi sudah alhamdulillah bisa untuk makan juga," ujar Mak Aweng.
Sementara itu seorang pedagang nasi di Jalan Jajaway Palabuhanratu, Jejen Jaenudin (53) juga mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok yang semakin meroket. Dia mengaku kenaikan harga bahan pokok membuat pedagang nasi kesulitan.
"Segala bahan pokok makin naik, kalau tidak jualan kopi mau bagaimana lagi. Semakin hari makin menyulitkan. Kopi aja sekarang mahal satu rencengnya," ucap Mak Aweng, Jumat (3/11/2023).
Di sela melayani pembeli, Mak Aweng menceritakan suaminya pada tahun 2010 meninggal, di situ dia terpaksa harus membesarkan anak-anaknya sendiri. Ia menjalankan bisnis kopi sejak anak-anaknya masih kecil, hingga mereka lulus dari SMA.
Baca juga: Perampokan Berdarah Gemparkan Ponorogo, Wanita Pemilik Hotel Dibacok dan Disekap
Situasi yang sulit dan tekanan ekonomi terus menerus menjadi tantangan dalam hidupnya. "Kalau tidak begini (jualan kopi), pemasukan dari mana lagi. Walaupun pendapatan minim hanya bisa untuk sehari-hari, tapi sudah alhamdulillah bisa untuk makan juga," ujar Mak Aweng.
Sementara itu seorang pedagang nasi di Jalan Jajaway Palabuhanratu, Jejen Jaenudin (53) juga mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok yang semakin meroket. Dia mengaku kenaikan harga bahan pokok membuat pedagang nasi kesulitan.
Lihat Juga :