Sejarah dan Asal-usul Nama Medan, Daerah yang Dijuluki Kota Multikultural
Rabu, 01 November 2023 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
Guru Patimpus adalah anak Tuan Si Raja Hita, pemimpin Karo yang tinggal di Kampung Pekan (Pakan). Ia menolak menggantikan ayahnya dan lebih tertarik pada ilmu pengetahuan dan mistik, sehingga akhirnya dikenal sebagai Guru Patimpus.
Guru Patimpus belajar agama Islam dan diislamkan oleh Datuk Kota Bangun, setelah kalah dalam adu kesaktian antara tahun 1614-1630 Masehi. Selanjutnya Guru Patimpus menikah dengan adik Tarigan, pemimpin daerah yang sekarang bernama Pulau Brayan dan membuka Desa Medan yang terletak di antara Sungai Babura dan Sungai Deli.
Perkampungan Medan Putri berkembang menjadi pelabuhan transit yang sangat penting karena terletak di pertemuan sungai-sungai. Wilayah tersebut merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai.
Semakin lama semakin banyak orang berdatangan ke kampung ini dan istri Guru Patimpus yang mendirikan kampung Medan melahirkan anaknya yang pertama seorang laki-laki dan dinamai si Kolok.
Pada tahun 1863, orang-orang Belanda mulai membuka kebun tembakau di Deli yang sempat menjadi primadona Tanah Deli. Tembakau Deli terkenal dengan kualitasnya yang tinggi dan diminati oleh pasar Eropa.
Kebun-kebun tembakau ini dikelola oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Deli Maatschappij, Senembah Maatschappij, Arendsburg Tabaks Maatschappij, dan lain-lain. Para pemilik perusahaan ini mendirikan rumah-rumah mewah yang disebut gedung tua atau mansion di sekitar kota Medan.
Guru Patimpus belajar agama Islam dan diislamkan oleh Datuk Kota Bangun, setelah kalah dalam adu kesaktian antara tahun 1614-1630 Masehi. Selanjutnya Guru Patimpus menikah dengan adik Tarigan, pemimpin daerah yang sekarang bernama Pulau Brayan dan membuka Desa Medan yang terletak di antara Sungai Babura dan Sungai Deli.
Perkampungan Medan Putri berkembang menjadi pelabuhan transit yang sangat penting karena terletak di pertemuan sungai-sungai. Wilayah tersebut merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai.
Semakin lama semakin banyak orang berdatangan ke kampung ini dan istri Guru Patimpus yang mendirikan kampung Medan melahirkan anaknya yang pertama seorang laki-laki dan dinamai si Kolok.
Pada tahun 1863, orang-orang Belanda mulai membuka kebun tembakau di Deli yang sempat menjadi primadona Tanah Deli. Tembakau Deli terkenal dengan kualitasnya yang tinggi dan diminati oleh pasar Eropa.
Kebun-kebun tembakau ini dikelola oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Deli Maatschappij, Senembah Maatschappij, Arendsburg Tabaks Maatschappij, dan lain-lain. Para pemilik perusahaan ini mendirikan rumah-rumah mewah yang disebut gedung tua atau mansion di sekitar kota Medan.
Lihat Juga :