Ganjar Apresiasi Petani Milenial Purbalingga, Manfaatkan Tanah Bengkok Jadi Agrowisata
Selasa, 31 Oktober 2023 - 07:28 WIB
loading...
A
A
A
”Kami ada 10 kelompok dan anggotanya ada 150 lebih. Kami memanfaatkan tanah bengkok desa seluas enam hektare dan dikelola untuk pertanian dan budidaya peternakan,” ucapnya.
Meski di lahan yang terbatas, hasil dari pertanian dan budidaya peternakan di Agrowisata Artansi begitu menjanjikan. Untuk jenis melon misalnya, setiap panen selalu laris manis diborong pembeli. Bahkan hanya dua hari, hasil panen selalu ludes terjual.
Baca Juga: Konser Musik Relawan Ganjar di Alun-alun Kudus Berlangsung Meriah, Dipadati Ribuan Anak Muda
”Kami punya empat green house untuk budidaya melon hidroponik. Kami kelola dengan teknologi sederhana yang kami sebut NFT. Satu green house menghasilkan satu ton dan biasanya dua hari setelah panen selalu habis. Kami kewalahan melayani permintaan pasar,” ucapnya.
Bowo mengatakan, kisah suksesnya mengembangkan agrowisata telah sampai ke tingkat nasional. Ia berhasil memenangkan ajang perlombaan tingkat nasional dan menjadi tempat percontohan.
“Jadi kami sekarang sering kedatangan tamu dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin belajar di sini. Ada dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan lainnya. Kami ajari dan kami berharap apa yang ada di sini bisa dikembangkan di daerah lain,”pungkas pemuda berusia 31 tahun itu.
Meski di lahan yang terbatas, hasil dari pertanian dan budidaya peternakan di Agrowisata Artansi begitu menjanjikan. Untuk jenis melon misalnya, setiap panen selalu laris manis diborong pembeli. Bahkan hanya dua hari, hasil panen selalu ludes terjual.
Baca Juga: Konser Musik Relawan Ganjar di Alun-alun Kudus Berlangsung Meriah, Dipadati Ribuan Anak Muda
”Kami punya empat green house untuk budidaya melon hidroponik. Kami kelola dengan teknologi sederhana yang kami sebut NFT. Satu green house menghasilkan satu ton dan biasanya dua hari setelah panen selalu habis. Kami kewalahan melayani permintaan pasar,” ucapnya.
Bowo mengatakan, kisah suksesnya mengembangkan agrowisata telah sampai ke tingkat nasional. Ia berhasil memenangkan ajang perlombaan tingkat nasional dan menjadi tempat percontohan.
“Jadi kami sekarang sering kedatangan tamu dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin belajar di sini. Ada dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan lainnya. Kami ajari dan kami berharap apa yang ada di sini bisa dikembangkan di daerah lain,”pungkas pemuda berusia 31 tahun itu.
Lihat Juga :