Guru SMP Swasta 'Teriak' Aspirasinya Tak Didengar Wali Kota Risma
Rabu, 05 Agustus 2020 - 16:22 WIB
loading...
A
A
A
Sakib menjelaskan, berbagai upaya sudah dilakukannya. Salah satunya dengan menemui DPRD Surabaya. Namun, katanya, eksekusinya tetap di tangan Wali Kota Risma. "Berdarah-darah kami. Tapi ya itu eksekusinya tetap di wali kota. Jadi semuanya di wali kota," terangnya.
Bukan hanya Risma yang dinilai kejam. Sakib juga menilai statment wakilnya, Whisnu Sakti Buana menyakitkan SMP swasta di Surabaya. "Pernah pak wakil wali kota bicara sama kami, itu yang menyakitkan kami. Katanya, iya karena sekolah swasta nggak dapat murid karena mutunya," ujar Sakib.
"Jangan begitu. Mutunya negeri lebih baik daripada mutu swasta. Kami bisa berani diadu. Mutu siswa swasta itu bukan hanya dinilai di akademik doang. Tapi agama, akhlak itu juga mutu. Kami bisa. Seorang pemimpin itu tidak boleh bicara begitu, tapi mengayomi, tidak ada dikotomi," tambahnya.
Sakib juga mengaku pernah bertemu dengan Muhajir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2016-2019. Saat itu ia menyampaikan keluhan yang dialami sekolah swasta di Surabaya.
"Kami sudah pernah menghadap menteri. Menterinya juga nggak. Pak Muhajir ketemu di Malang, tolong ini dikasih nafas dulu, nggak ada eksekusinya blas sama sekali. Saya tantang juga," keluhnya.
Bukan hanya Risma yang dinilai kejam. Sakib juga menilai statment wakilnya, Whisnu Sakti Buana menyakitkan SMP swasta di Surabaya. "Pernah pak wakil wali kota bicara sama kami, itu yang menyakitkan kami. Katanya, iya karena sekolah swasta nggak dapat murid karena mutunya," ujar Sakib.
"Jangan begitu. Mutunya negeri lebih baik daripada mutu swasta. Kami bisa berani diadu. Mutu siswa swasta itu bukan hanya dinilai di akademik doang. Tapi agama, akhlak itu juga mutu. Kami bisa. Seorang pemimpin itu tidak boleh bicara begitu, tapi mengayomi, tidak ada dikotomi," tambahnya.
Sakib juga mengaku pernah bertemu dengan Muhajir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2016-2019. Saat itu ia menyampaikan keluhan yang dialami sekolah swasta di Surabaya.
"Kami sudah pernah menghadap menteri. Menterinya juga nggak. Pak Muhajir ketemu di Malang, tolong ini dikasih nafas dulu, nggak ada eksekusinya blas sama sekali. Saya tantang juga," keluhnya.
Lihat Juga :