Cornelis Lay Sosok yang Dekat dengan Megawati dan Jokowi
Rabu, 05 Agustus 2020 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
“Inilah yang menyebabkan mengapa Cornelis Lay saat masuk dalam politik sesunguhnya mulai puasa dengan media dan tidak mengeksposnya,” paparnya.
Hingga akhrinya musibah menerpa Cornelis Lay, yaitu penyakit jantung. Sehingga perlu perawatan yang intensif, termasuk harus dibawa ke rumah sakit di Singapura. Saat ke Singapura ini, presiden Jokowi ikut mengawalnya.
Untuk penyakit jantung ini, akhirnya rumah sakit memasang alat fungsi jantung di luar tubuh. Sehingga dengan alat ini Cornelis Lay oleh teman-teman dosen sering dikatakan sebagai bionik pertama Indonesia. Sebab ada jantung di dalam dan luar tubuh, di mana di luar tubuh harus dengan baterai.
Namun yang menjadi poin dalam diri Cornelis Lay, yakni komitmen dan keberhasilannya dalam memadukan antara akademk dan aktivisme. Terutama perjuangan hidup yang luar biasa dalam memadukan kedaulatan, nasionalisme dan inklusivitas yang kemudian ditularkan kepada mahasiswanya dalam proses pendidikan di juruan politik dan pemerintahan.
“Akademik dan aktivisme ini juga yang ditekannkan dan puncaknya mencapai guru besar,” terangnya.(Baca juga : Cornelis Lay, Guru Besar UGM Tutup Usia di RS Panti Rapih Yogyakarta )
Hingga akhrinya musibah menerpa Cornelis Lay, yaitu penyakit jantung. Sehingga perlu perawatan yang intensif, termasuk harus dibawa ke rumah sakit di Singapura. Saat ke Singapura ini, presiden Jokowi ikut mengawalnya.
Untuk penyakit jantung ini, akhirnya rumah sakit memasang alat fungsi jantung di luar tubuh. Sehingga dengan alat ini Cornelis Lay oleh teman-teman dosen sering dikatakan sebagai bionik pertama Indonesia. Sebab ada jantung di dalam dan luar tubuh, di mana di luar tubuh harus dengan baterai.
Namun yang menjadi poin dalam diri Cornelis Lay, yakni komitmen dan keberhasilannya dalam memadukan antara akademk dan aktivisme. Terutama perjuangan hidup yang luar biasa dalam memadukan kedaulatan, nasionalisme dan inklusivitas yang kemudian ditularkan kepada mahasiswanya dalam proses pendidikan di juruan politik dan pemerintahan.
“Akademik dan aktivisme ini juga yang ditekannkan dan puncaknya mencapai guru besar,” terangnya.(Baca juga : Cornelis Lay, Guru Besar UGM Tutup Usia di RS Panti Rapih Yogyakarta )
(nun)
Lihat Juga :