Zona COVID-19 atau Rt yang Jadi Hijau di Kota Surabaya?
Selasa, 04 Agustus 2020 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Memilukan, IRT Ini Curhat Ibunya Dipaksa Jadi Pasien COVID-19 )
Penambahan tes swab dan rapid test juga berperan dalam penurunan angka penularan. Sebab, ketika tes itu dilakukan, pasti dapat mempercepat deteksi dini atau penemuan dini pasien terkonfirmasi. Sehingga setelah diketahui hasilnya, pemkot bergerak cepat dan melakukan karantina pasien tersebut agar tidak sampai menular kepada anggota keluarganya.
"Bukan berarti itu jelek lho ya. Dengan banyaknya kita menemukan yang reaktif itu, maka berarti kita bisa lebih cepat memisahkan. Kita bisa deteksi dini dari awal untuk memisahkan pasien konfirm agar dia tidak tertular dengan keluarganya dan teman-temannya," ujarnya.
Epidemiolog Dinkes Kota Surabaya , Rosita Dwi Yuliandarimenjelaskan, indikator angka Rt ini merupakan indikator utama untuk bisa tahu apakah pandemi terkendali atau tidak. Ia pun menegaskan day by day terus memantau kondisi tersebut.
"Pantauan secara berkala dilakukan dan dimonitoring prrubahannya dalam 14 hari terakhir sesuai masa inkubasi 14 hari penyakit COVID-19 ini. Makanya, kita pantau terus dan nanti akan kita kolaborasikan untuk menjadi bahan evaluasi dan monitoring kami untuk pemantauan pengendalian kasus tersebut," katanya.
Penambahan tes swab dan rapid test juga berperan dalam penurunan angka penularan. Sebab, ketika tes itu dilakukan, pasti dapat mempercepat deteksi dini atau penemuan dini pasien terkonfirmasi. Sehingga setelah diketahui hasilnya, pemkot bergerak cepat dan melakukan karantina pasien tersebut agar tidak sampai menular kepada anggota keluarganya.
"Bukan berarti itu jelek lho ya. Dengan banyaknya kita menemukan yang reaktif itu, maka berarti kita bisa lebih cepat memisahkan. Kita bisa deteksi dini dari awal untuk memisahkan pasien konfirm agar dia tidak tertular dengan keluarganya dan teman-temannya," ujarnya.
Epidemiolog Dinkes Kota Surabaya , Rosita Dwi Yuliandarimenjelaskan, indikator angka Rt ini merupakan indikator utama untuk bisa tahu apakah pandemi terkendali atau tidak. Ia pun menegaskan day by day terus memantau kondisi tersebut.
"Pantauan secara berkala dilakukan dan dimonitoring prrubahannya dalam 14 hari terakhir sesuai masa inkubasi 14 hari penyakit COVID-19 ini. Makanya, kita pantau terus dan nanti akan kita kolaborasikan untuk menjadi bahan evaluasi dan monitoring kami untuk pemantauan pengendalian kasus tersebut," katanya.
(eyt)
Lihat Juga :