alexa snippet

Risma dan Khofifah Bisa Jadi Pengganti

PDIP Tak Berani Garansi Gus Ipul, di Pilkada Jatim 2018

PDIP Tak Berani Garansi Gus Ipul, di Pilkada Jatim 2018
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tidak berani menggaransi Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bakal mendapat rekomendasi dari DPP. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
SURABAYA - DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tidak berani menggaransi Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bakal mendapat rekomendasi dari DPP. Nama Gus Ipul bisa saja tergusur oleh kandidat lain yang diinginkan partai banteng moncong putih itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi mengatakan, DPP PDIP adalah pemegang otoritas penuh dalam penentuan kandidat.

Sehingga usul yang disampaikan DPD Jawa Timur juga bisa kandas, bila memang DPP punya pertimbangan lain.

“Sejauh ini calon gubernur dari DPD PDIP Jatim adalah Gus Ipul. Sebab, memang hanya Gus Ipul yang mendaftar, sampai penutupan 10 Juni lalu. Walau begitu, belum tentu juga Gus Ipul yang akan direkomendasi. Sebab, bisa saja, DPP punya calon sendiri,”tegas Kusnadi seusai menghadiri acara Surabaya Survey Centre di Hotel Yello, Rabu (12/7/2017).

Kusnadi menyampaikan, penentuan kandidat kepala daerah di DPP PDIP tidak ada batasnya. Mereka bisa membuat keputusan kapanpun. Bahkan menjelang batas akhir pendaftaran calon di KPU. Karena itu, dia tidak berani memastikan bahwa partainya akan mengusung Gus Ipul pada pemilihan gubernur 2018 nanti.

“Tugas kami hanya melakukan penjaringan saja. Selanjutnya urusan DPP, siapa yang akan diusung nanti. Prinsipnya, siapapun yang direkomendasi nanti akan kami dukung,”tukasnya.

Potensi DPP PDIP merekomendasikan calon di luar Gus Ipul memang cukup besar. Pasalnya, di internal PDIP sendiri juga ada tokoh lain yang tak kalah populis dan punya elektabilitas tinggi, seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Hasil survei SSC (Surabaya Survey Centre) pada periode 10-30 Juni, menyebutkan, tingkat elektabilitas Risma mencapai 24,10%. Jumlah ini hanya berselisih dua digit dari Gus Ipul yang hanya memperoleh 26,60%. Dan jauh di atas Khofifah yang hanya memperoleh 16,80%.

Bagi Risma, raihan ini cukup luar biasa. Sebab, beberapa bulan lalu, orang nomor satu di Surabaya ini hanya menempati urutan ketiga, setelag Gus Ipul dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Bahkan, untuk akseptabilitas, Tri Rismaharini berada di puncak, mengungguli Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa. Dalam survey, Risma unggul dengan 75,80%. Sedangkan Gus Ipul 75,50%. Sementara Khofifah 67,90%.

“Masyarakat paham betul bahwa Bu Risma suka marah-marah. Tetapi masyarakat tetap senang. Ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bu Risma cukup tinggi,”ungkap Direktur SSC Mohtar W Utomo.

Masyarakat Jawa Timur, lanjut Mohtar melihat sosok Risma sebagai pribadi yang jujur dan tegas. Karena itu mereka tidak peduli dengan sikap emosional walikota perempuan itu. “Boleh dibilang, Bu Risma ini adalah calon potensial,” katanya.

Di luar nama Risma, sosok Khofifah Indar Parawansa, lanjut Mohtar juga patut diperhitungkan. Ini karena popularitas Khofifah masih teratas, mengungguli Gus Ipul.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top