Tingkatkan Daya saing Destinasi Wisata, Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di Sragen
Senin, 03 Agustus 2020 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
"Maka kemudian UNESCO menganggap Situs Sangiran sebagai salah satu dari “situs kunci” yang dapat memberikan gambaran dan pemahaman tentang proses evolusi manusia, budaya, dan lingkungannya selama dua juta tahun tanpa terputus. Pada tanggal 5 Desember 1996 Sangiran ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia dengan nama ‘Sangiran Early Man Site’ oleh UNESCO," bebernya.
Jadi, sasaran dari Gerakan BISA adalah pembersihan lingkungan destinasi pariwisata, Penataan fasilitas umum di destinasi pariwista Sangiran."Sehingga menjadi destinasi yang indah, sehat, dan aman untuk menerima kunjungan wisatawan," kata Harwan.
Sementera Wakil Ketua Komisi X DPRI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakatan, bahwa gerakan BISA merupakan inisiatif kemenparekraf yang sangat bagus dan harus didukung. Menurut Agustina, Pandemi COVID-19 jangan hanya dijalani di rumah saja, terutama bagi yang ekonomi menengah ke bawah, karena mungkin kalau di rumah saja tidak ada yang dimakan.
"Mau tahan berapa lama makanan yang ada di rumah kita, terutama bagi yang kurang mampu. Kita harus keluar, namun tentunya tetap dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Agustina. (Baca: Jawa Tengah Sudah Lakukan 138.500 Testing COVID-19).
Dikatakan, ekonomi kreatif tidak akan hidup jika ekonomi makro tidak dijalankan."Sudah cukup bagi kita selama 6 bulan ini mempelajari mengenai COVID-19. Jadi kita harus bangkit kembali untuk beraktivitas guna menghidupkan ekonomi dengan tentunya memperhatikan protokol kesehatan,' pungkasnya.
Untuk diketahui dalam acara pembukaan gerakan BISA tersebut dihadiri juga oleh sejumlah pejabat Provinsi dan Kabuaten, Seperti Wakil Bupati Sragen, Ketua DPRD Sragen, Anggota DPRD Provinsi Jawa tengah dan tamu undangan lainnya.
Jadi, sasaran dari Gerakan BISA adalah pembersihan lingkungan destinasi pariwisata, Penataan fasilitas umum di destinasi pariwista Sangiran."Sehingga menjadi destinasi yang indah, sehat, dan aman untuk menerima kunjungan wisatawan," kata Harwan.
Sementera Wakil Ketua Komisi X DPRI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakatan, bahwa gerakan BISA merupakan inisiatif kemenparekraf yang sangat bagus dan harus didukung. Menurut Agustina, Pandemi COVID-19 jangan hanya dijalani di rumah saja, terutama bagi yang ekonomi menengah ke bawah, karena mungkin kalau di rumah saja tidak ada yang dimakan.
"Mau tahan berapa lama makanan yang ada di rumah kita, terutama bagi yang kurang mampu. Kita harus keluar, namun tentunya tetap dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Agustina. (Baca: Jawa Tengah Sudah Lakukan 138.500 Testing COVID-19).
Dikatakan, ekonomi kreatif tidak akan hidup jika ekonomi makro tidak dijalankan."Sudah cukup bagi kita selama 6 bulan ini mempelajari mengenai COVID-19. Jadi kita harus bangkit kembali untuk beraktivitas guna menghidupkan ekonomi dengan tentunya memperhatikan protokol kesehatan,' pungkasnya.
Untuk diketahui dalam acara pembukaan gerakan BISA tersebut dihadiri juga oleh sejumlah pejabat Provinsi dan Kabuaten, Seperti Wakil Bupati Sragen, Ketua DPRD Sragen, Anggota DPRD Provinsi Jawa tengah dan tamu undangan lainnya.
(nag)
Lihat Juga :