Kisah Banser NU Apel Akbar Sikapi G30S PKI Bikin Bupati Blitar yang Terkenal Kejam Kabur Ketakutan
Minggu, 01 Oktober 2023 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Siu Ban Ci, Selir Prabu Brawijaya Dari China yang Mengubah Sejarah Jawa
“Sumarsono Bupati Blitar dari PKI yang dikenal sangat kejam dan mendalangi berbagai aksi sepihak dan penghinaan terhadap agama itu melarikan diri ke luar kota,” demikian dikutip dari Benturan NU-PKI 1948-1965.
Blitar yang secara administratif berada di wilayah karesidenan Kediri merupakan basis PKI. Pada pemilu 1955, PKI di karesidenan Kediri memperoleh suara tertinggi, yakni 457.000 suara. Kemenangan suara PKI salah satunya disumbang dari Blitar.
Karenanya dimulai dari Apel Akbar, massa Ansor Banser NU langsung bergerak melakukan pembersihan terhadap para tokoh PKI. Massa menyerbu sekaligus menggeledah rumah-rumah para pimpinan PKI.
Dalam penggeledahan ditemukan setumpuk dokumen yang salah satunya terkait rencana penangkapan dan pembunuhan atas sejumlah tokoh NU.
Situasi dan temuan data itu mendorong Ansor dan Banser NU mendahului bergerak.
Hal ini terjadi karena situasinya memaksa bertindak membunuh atau dibunuh. Bupati Blitar Sumarsono berhasil kabur.
Dikutip dari artikel Respon NU Jawa Timur Benturan NU-PKI 1948-1965, kepala daerah dari PKI itu berhasil ke luar kota.
“Sumarsono Bupati Blitar dari PKI yang dikenal sangat kejam dan mendalangi berbagai aksi sepihak dan penghinaan terhadap agama itu melarikan diri ke luar kota,” demikian dikutip dari Benturan NU-PKI 1948-1965.
Blitar yang secara administratif berada di wilayah karesidenan Kediri merupakan basis PKI. Pada pemilu 1955, PKI di karesidenan Kediri memperoleh suara tertinggi, yakni 457.000 suara. Kemenangan suara PKI salah satunya disumbang dari Blitar.
Karenanya dimulai dari Apel Akbar, massa Ansor Banser NU langsung bergerak melakukan pembersihan terhadap para tokoh PKI. Massa menyerbu sekaligus menggeledah rumah-rumah para pimpinan PKI.
Dalam penggeledahan ditemukan setumpuk dokumen yang salah satunya terkait rencana penangkapan dan pembunuhan atas sejumlah tokoh NU.
Situasi dan temuan data itu mendorong Ansor dan Banser NU mendahului bergerak.
Hal ini terjadi karena situasinya memaksa bertindak membunuh atau dibunuh. Bupati Blitar Sumarsono berhasil kabur.
Dikutip dari artikel Respon NU Jawa Timur Benturan NU-PKI 1948-1965, kepala daerah dari PKI itu berhasil ke luar kota.
Lihat Juga :