Dewan Ingatkan Antisipasi Klaster Baru COVID-19 di Objek Wisata
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah dapatmenyebar inspektur COVID-19 di sejumlah tempat wisata tersebut guna memastikan penerapan tetap berjalan.
"Saya sering mengucapkan bahwa paling tidak harus ada yang intensif menjaga itu salah satunya yang pernah saya bilang itu, inspektur COVID-19 yang seperti ini perlu dimassifkan lagi," lanjut Kasrudi.
Inspektur COVID-19dapat bertugas sementara hingga rencana Ranperda yang diwacanakan Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin benar-benar rampung.
"Artinya ini harus ada yang mengawasi terus sambil menunggu Ranperda COVID-19 yang diwacanakan pak Wali ini rampung," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid mengaku, pembukaan sejumlah objek wisata saat ini tidak dilakukan secara umum. Orientasi pembukaan dilakukan akibat adanya persoalan ekonomi di tempat wisata tersebut.
"Sebenarnya kita masih menunggu ini semua dari gugus COVID-19, baru kita buka secara umum, saya belum berani buka apalagi kalau protokoler kesehatannya belum diuji, yang di Losari-kan kemarin ada pertimbangan ekonomi dari pedagang pisang epe," ujarnya.
Dia melanjutkan bahwa wali kota telah memberi restu namun pembukaan dilakukan secara khusus terhadap mereka. Secara spesifik mereka telah melakukan sejumlah perombakan dengan mengikuti protokol.
"Itu mulai dari jaraknya, ukuran mejanya, jumlah kursinya pembatasnya (pedagang pisang epe) dan sebagainya sudah diatur, intinya semua memang harus pakai protokol," lanjutnya.
"Saya sering mengucapkan bahwa paling tidak harus ada yang intensif menjaga itu salah satunya yang pernah saya bilang itu, inspektur COVID-19 yang seperti ini perlu dimassifkan lagi," lanjut Kasrudi.
Inspektur COVID-19dapat bertugas sementara hingga rencana Ranperda yang diwacanakan Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin benar-benar rampung.
"Artinya ini harus ada yang mengawasi terus sambil menunggu Ranperda COVID-19 yang diwacanakan pak Wali ini rampung," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid mengaku, pembukaan sejumlah objek wisata saat ini tidak dilakukan secara umum. Orientasi pembukaan dilakukan akibat adanya persoalan ekonomi di tempat wisata tersebut.
"Sebenarnya kita masih menunggu ini semua dari gugus COVID-19, baru kita buka secara umum, saya belum berani buka apalagi kalau protokoler kesehatannya belum diuji, yang di Losari-kan kemarin ada pertimbangan ekonomi dari pedagang pisang epe," ujarnya.
Dia melanjutkan bahwa wali kota telah memberi restu namun pembukaan dilakukan secara khusus terhadap mereka. Secara spesifik mereka telah melakukan sejumlah perombakan dengan mengikuti protokol.
"Itu mulai dari jaraknya, ukuran mejanya, jumlah kursinya pembatasnya (pedagang pisang epe) dan sebagainya sudah diatur, intinya semua memang harus pakai protokol," lanjutnya.
Lihat Juga :