Polisi Gagalkan Penyelundupan 41 Kilogram Sisik Trenggiling di Riau
Senin, 25 September 2023 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Direktur PPH Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kebersihan (KLHK), Sustyo Iriyono mengatakan perburuan satwa trenggiling menjadi perhatian khusus KLHK. Bahkan, pihaknya telah mengungkap kasus yang sama di Banjarmasin, Pontianak dan Batam yang jumlah yang besar.
"Untuk di Riau ini, kita harap polisi bisa mengungkap puzzle kasus trenggiling ini dari mana sumber nya, kemana saja di jual karena pasti ada jaringannya. Kalay kita lihat barang bukti sisik ini, bahwa untuk mendapatkan 1 kilogram harus membunuh 4 ekor ini 41 Kg dikali 4 sekitar 160 ekor. Jadi ini harus diungkap jaringannya,"pintanya.
Kepala BBKSDA Riau Genman Suhefti Hasibuan memaparkan bahwa perburuan trenggiling sangat mengganggu ekosistem hutan.
"Tringgiling ini penyuka serangga seperti semut. Semut ini salah satu hama untuk tanah khusunya di area dekat pohon. Kalau ada trenggiling, maka ekosistem terjaga karena dia hewan pemakan semut. Kalau tidak ada trenggiling tanah dan pohon rusak," jelasnya.
"Untuk di Riau ini, kita harap polisi bisa mengungkap puzzle kasus trenggiling ini dari mana sumber nya, kemana saja di jual karena pasti ada jaringannya. Kalay kita lihat barang bukti sisik ini, bahwa untuk mendapatkan 1 kilogram harus membunuh 4 ekor ini 41 Kg dikali 4 sekitar 160 ekor. Jadi ini harus diungkap jaringannya,"pintanya.
Kepala BBKSDA Riau Genman Suhefti Hasibuan memaparkan bahwa perburuan trenggiling sangat mengganggu ekosistem hutan.
"Tringgiling ini penyuka serangga seperti semut. Semut ini salah satu hama untuk tanah khusunya di area dekat pohon. Kalau ada trenggiling, maka ekosistem terjaga karena dia hewan pemakan semut. Kalau tidak ada trenggiling tanah dan pohon rusak," jelasnya.
(hri)
Lihat Juga :