Diduga Cabut Kuku Kaki Sopir, Polres: Segera Ditentukan Status Hukumnya

loading...
Diduga Cabut Kuku Kaki Sopir, Polres: Segera Ditentukan Status Hukumnya
Polres Labuhanbatu pastikan status hukum terlapor oknum DPRD Labuhanbatu Selatan dari Fraksi PDIP IF yang diduga terlibat penganiayaan seorang sopir dalam waktu dekat ini. (Foto/SINDOnews/Dok)
A+ A-
RANTAUPRAPAT - Kepolisian Resort Labuhanbatu pastikan status hukum terlapor oknum DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) IF yang diduga terlibat penganiayaan seorang sopir dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya IF bersama tiga oekannya yang terlibat penganiayaan sudah diperiksa penyidik sebagai saksi namun tidak ditahan.

Polisi meminta waktu penjadwalan yang tepat dalam penetapan status hukum dan peningkatan status terlapor apakah dari saksi menjadi tersangka.(BACA JUGA: Gagal Jambret Ibu-ibu, Dua Pemuda Ini Jadi Bulan-bulanan Warga)

"Nanti akan kita rilis," kata Kapolres Labuhanbatu, AKBP. Agus Darojat secara singkat, ketika di hubungi, Minggu (2/8) sore.

IF diketahui sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi berkisar lima jam di ruangan Unit Satu Resum Mapolres Labuhanbatu pada Kamis (30/7/2020). Saat itu terlapor didampingi empat orang pengacaranya berhasil meloloskan IF dari jeratan hukum degan tidak dilakukannya penahanan oleh penyidik.(BACA JUGA: Tyson Ngebet KO Jones, Chris Eubank Jr: Mike Hebat, Roy Cepat!)



Sebelumnya IF dilaporkan korban atas nama Muhammad Jefri Yono dalam registrasi STPLP/787/VII/2020/SPKT RES-LBH dugaan tindakan kekerasan fisik, di antaranya dengan cara mencabut paksa kuku kaki kiri korban.

Terlapor disangkakan melanggar KUHP Pasal 353 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun, kemudian Pasal 170 ayat 2 yang dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.
(vit)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top