Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Sabtu, 23 September 2023 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
"Adanya penertiban ini supaya lebih rapi saja. Supaya lebih tertib dan rapi lingkungannya. Ya sebaiknya setelah rata nanti dijadikan Fasus Fasom seperti RPTRA atau RTH. Anak-anak bisa main di sini ada pohon jadi lebih rapi," tambah Arven.
Sementara itu, Rasadi (30) salah satu pengepul barang bekas mengaku menjadikan sisa puing bangunan kawasan prostitusi berkedok cafe di Gang Royal Rawa Bebek sebagai sumber rezekinya.
Pria yang sudah puluhan tahun tinggal di Jembatan V Jakarta Barat tampak bertelanjang dada dengan duduk di atas gerobak pengangkut puing.
"Yang diambil biasanya besi-besi tua, ember-ember, galon, plastik, barang-barang rongsok Yang paling mahal itu tembaga kabel listrik sekilo bisa Rp100 ribu. Kalau besi rangka bangunan itu murah paling Rp5 ribu per kilogram," kata Rasadi.
Ia mengaku sudah empat hari mendatangi tempat yang dibongkar oleh Pemprov DKI Jakarta dan pihak PT KAI dengan dikawal kepolisian.
"Saya di sini kurang lebih sudah empat hari. Ya hari ini lagi kosong, kemarin-kemarin dapat bisa satu kuintal, campur-campur itu barangnya. Ya sekali aja, ngumpulin datang sekali pagi pulang sore," tutupnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta bersama stakeholder terkait melaksanakan giat gabungan, untuk menertibkan 150 bangunan liar yang terindikasi menjadi tempat prostitusi di rel kereta Kelurahan Kawasan Gang Royal, Rawa Bebek Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (20/9/2023).
Sementara itu, Rasadi (30) salah satu pengepul barang bekas mengaku menjadikan sisa puing bangunan kawasan prostitusi berkedok cafe di Gang Royal Rawa Bebek sebagai sumber rezekinya.
Pria yang sudah puluhan tahun tinggal di Jembatan V Jakarta Barat tampak bertelanjang dada dengan duduk di atas gerobak pengangkut puing.
"Yang diambil biasanya besi-besi tua, ember-ember, galon, plastik, barang-barang rongsok Yang paling mahal itu tembaga kabel listrik sekilo bisa Rp100 ribu. Kalau besi rangka bangunan itu murah paling Rp5 ribu per kilogram," kata Rasadi.
Ia mengaku sudah empat hari mendatangi tempat yang dibongkar oleh Pemprov DKI Jakarta dan pihak PT KAI dengan dikawal kepolisian.
"Saya di sini kurang lebih sudah empat hari. Ya hari ini lagi kosong, kemarin-kemarin dapat bisa satu kuintal, campur-campur itu barangnya. Ya sekali aja, ngumpulin datang sekali pagi pulang sore," tutupnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta bersama stakeholder terkait melaksanakan giat gabungan, untuk menertibkan 150 bangunan liar yang terindikasi menjadi tempat prostitusi di rel kereta Kelurahan Kawasan Gang Royal, Rawa Bebek Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (20/9/2023).
Lihat Juga :