Dugaan Pelecehan Polwan oleh Kapolres, Kapolda Sulawesi Utara: Sudah Ditangani Propam
Kamis, 14 September 2023 - 08:29 WIB
loading...
Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Setyo Budiyanto. Foto/MPI/Arther Loupatty
A
A
A
MANADO - Dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang anggota Polisi Wanita (Polwan) berinisial Bripda DS, oleh Kapolres Bolaang Mongondow Utara, berinisial AKBP AA tengah diselidiki Bidpropam Polda Sulawesi Utara. Bahkan, kasus ini menjadi atensi Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Setyo Budiyanto.
Baca juga: Diduga Lecehkan Polwan, AKBP AA Dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara
Orang nomor satu di Polda Sulawesi Utara tersebut, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang dialami Polwan berinisial Bripda DS, oleh AKBP AA. Laporan tersebut, diketahuinya sejak beberapa minggu yang lalu, akan tetapi sudah viral di media.
"Dari internal sendiri sudah melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus ini. Untuk itu kasus ini sudah ditindaklanjuti oleh Bidpropam Polda Sulawesi Utara," ujar jenderal polisi bintang dua tersebut.
Baca juga: Gerebek Hotel Berbintang, BNN Surabaya Tangkap 12 Orang saat Pesta Sabu
Bripda DS melaporkan atasannya sendiri ke Polda Sulawesi Utara, karena sudah tidak nyawan saat bekerja akibat pelecehan seksual yang dialaminya. Pelecehan seksual itu pertama kali dialaminya pada Agustus 2022, dan terus berulang.
Baca juga: Diduga Lecehkan Polwan, AKBP AA Dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara
Orang nomor satu di Polda Sulawesi Utara tersebut, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang dialami Polwan berinisial Bripda DS, oleh AKBP AA. Laporan tersebut, diketahuinya sejak beberapa minggu yang lalu, akan tetapi sudah viral di media.
"Dari internal sendiri sudah melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus ini. Untuk itu kasus ini sudah ditindaklanjuti oleh Bidpropam Polda Sulawesi Utara," ujar jenderal polisi bintang dua tersebut.
Baca juga: Gerebek Hotel Berbintang, BNN Surabaya Tangkap 12 Orang saat Pesta Sabu
Bripda DS melaporkan atasannya sendiri ke Polda Sulawesi Utara, karena sudah tidak nyawan saat bekerja akibat pelecehan seksual yang dialaminya. Pelecehan seksual itu pertama kali dialaminya pada Agustus 2022, dan terus berulang.
Lihat Juga :