Kisah Tragis Ibu Raden Patah, Selir Raja Majapahit yang Dibuang Akibat Kecemburuan Permaisuri Campa
Rabu, 13 September 2023 - 07:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Tan Go Wat, Kakek Raden Patah Saudagar Cina yang Mengislamkan Jawa
Saking cemburunya, permaisuri Majapahit meminta raja menjauhkan Siu Ban Ci dari istana. Seperti diketahui, permaisuri asal Campa tersebut merupakan bibi Raden Rahmat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel.
Sunan Ampel merupakan Wali Songo yang mula-mula menyebarkan Islam di tanah Jawa, khususnya di wilayah Surabaya.
Sementara karena desakan sang permaisuri, Prabu Brawijaya mengabulkan permintaan. Meski dalam keadaan mengandung (hamil), yakni kelak si jabang bayi bernama Raden Patah, Siu Ban Ci tetap dijauhkan dari istana Majapahit.
Siu Ban Ci tidak kuasa menolak apa yang menjadi kehendak raja. “Selir yang dalam keadaan hamil itu dihadiahkan kepada putra sulungnya (putra Prabu Brawijaya), Arya Damar yang menjadi Raja Palembang”.
Raden Patah lahir di Palembang. Pendiri Kerajaan Demak itu pertama kali mengenal ajaran Islam dari ibunya. Untuk pengetahuan ilmu pemerintahan ia banyak belajar dari Arya Damar yang saat itu masih mengikuti keyakinan lama.
Dalam Serat Kandaning Ringgit Purwa disebutkan Raden Patah dengan Arya Damar sempat berselisih paham.
Saking cemburunya, permaisuri Majapahit meminta raja menjauhkan Siu Ban Ci dari istana. Seperti diketahui, permaisuri asal Campa tersebut merupakan bibi Raden Rahmat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel.
Sunan Ampel merupakan Wali Songo yang mula-mula menyebarkan Islam di tanah Jawa, khususnya di wilayah Surabaya.
Sementara karena desakan sang permaisuri, Prabu Brawijaya mengabulkan permintaan. Meski dalam keadaan mengandung (hamil), yakni kelak si jabang bayi bernama Raden Patah, Siu Ban Ci tetap dijauhkan dari istana Majapahit.
Siu Ban Ci tidak kuasa menolak apa yang menjadi kehendak raja. “Selir yang dalam keadaan hamil itu dihadiahkan kepada putra sulungnya (putra Prabu Brawijaya), Arya Damar yang menjadi Raja Palembang”.
Raden Patah lahir di Palembang. Pendiri Kerajaan Demak itu pertama kali mengenal ajaran Islam dari ibunya. Untuk pengetahuan ilmu pemerintahan ia banyak belajar dari Arya Damar yang saat itu masih mengikuti keyakinan lama.
Dalam Serat Kandaning Ringgit Purwa disebutkan Raden Patah dengan Arya Damar sempat berselisih paham.
Lihat Juga :