Kepala BKKBN Terima Galar DR (HC) Dari UNY
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Sutrisno menjelaskan Hasto Wardoyo dalam pemberdayaan masyarakat tersebut bukan hanya merealiasikan program-programnya namun juga ada mutan pendidikan di dalamnya, terutama menjadikan masyaralat bisa mandiri.
UNY sendiri selama ini konsen dan komintem memberikan penghargaan kepada masyarakat yang memiliki prestasi seperti itu. “Hal itu sudah kami nilai sejak Hasto Wardoyo menjadi bupati dan dilanjutkan sebagai kepala BKKBN,” jelasnya.
Menurut Sutrisno untuk pendidikan yang dikembangkan Hasto Wardoyo UNY tidak melihat pendidikan formal, tetapi keberhasilannya dalam memberdayakan masyarakat Kulonprogi di semua bidang. “Kami harapkan apa yang telah dilakukan Hasto Wardoyo ini bisa menjadi gerkan nasionak sehingga bangsa memiliki kemandirian,” harapnya.
Hasto Wardoyo mengatakan sebagai kepala daerah harus memiliki mantra yang kuat yaitu cita-cita bisa memberikan perubahan yang lebih baik kepada masyarakatnya. Yaitu dengan melakukan berbagai perubahan. Sehingga harus ada ide dan inovasi. “Saya juga menekannya merubah itu tidak cukup hanya dengan inovasi tetapi perlu revolusi, transformasi atau refromasi,” tandasnya.
Untuk itulah, kehadiran pendidikan vokasional yang menyatu dengan pemberdayaan masyarakat sangat penting. Sebab untuk pembangunan bukan hanya membutuhkan SDM dalam jenjang akademik namun juga vokasional yang melatih keterampilan.
UNY sendiri selama ini konsen dan komintem memberikan penghargaan kepada masyarakat yang memiliki prestasi seperti itu. “Hal itu sudah kami nilai sejak Hasto Wardoyo menjadi bupati dan dilanjutkan sebagai kepala BKKBN,” jelasnya.
Menurut Sutrisno untuk pendidikan yang dikembangkan Hasto Wardoyo UNY tidak melihat pendidikan formal, tetapi keberhasilannya dalam memberdayakan masyarakat Kulonprogi di semua bidang. “Kami harapkan apa yang telah dilakukan Hasto Wardoyo ini bisa menjadi gerkan nasionak sehingga bangsa memiliki kemandirian,” harapnya.
Hasto Wardoyo mengatakan sebagai kepala daerah harus memiliki mantra yang kuat yaitu cita-cita bisa memberikan perubahan yang lebih baik kepada masyarakatnya. Yaitu dengan melakukan berbagai perubahan. Sehingga harus ada ide dan inovasi. “Saya juga menekannya merubah itu tidak cukup hanya dengan inovasi tetapi perlu revolusi, transformasi atau refromasi,” tandasnya.
Untuk itulah, kehadiran pendidikan vokasional yang menyatu dengan pemberdayaan masyarakat sangat penting. Sebab untuk pembangunan bukan hanya membutuhkan SDM dalam jenjang akademik namun juga vokasional yang melatih keterampilan.
(don)
Lihat Juga :