58 Mahasiswa UMY Terjerat Pinjol dan Rentenir untuk Gaya Hidup
Senin, 11 September 2023 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dema UIN Solo Dibekukan Buntut Mahasiswa Baru Dipaksa Daftar Pinjol
Dia menambahkan survei tersebut dilakukan acak di mana mahasiswa tersebut ditanya satu-satu ketika sedang mengurus legalisasi atau saat registrasi. Di mana mahasiswa tersebut ditanya apakah terjerat pinjol, dan berkenankah untuk diwawancarai.
"Kamu kena pinjol? Bisa, ngak kita wawancarai," kata dia.
Dia menambahkan untuk pinjaman sendiri nilainya bervariasi. Ada yang Rp5 juta, Rp10 juta. Namun ada yang kemudian untuk ganti motor sehingga pinjam Rp12 juta.
Namun yang menyenangkan hampir tidak ada mahasiswa yang pinjam di pinjaman online untuk kuliah. Dia menyebut hanya 20-25 persen untuk kuliah.
Menurutnya para mahasiswa ini terjerat pinjaman bukan pertahun namun hanya jangka pendek 4- 6 bulan. Menyedihkannya lagi, para mahasiswa ini terjerat pinjol tidak sekedar melalui aplikasi atau medsos, namun sudah banyak yang face to face aliar bertemu secara langsung.
"Dan mereka bukan cuma pakai medsos atau pakai digital gitu. tetapi sudah kulonuwun atau didatangi," ujarnya.
Mereka kenal dengan rentenir ketika waktu makan. Dan dibanding dengan yang melalui aplikasi, dia menyebut saat ini justru lebih banyak menyasar ke mahasiswa itu yang face to face.
Dia menambahkan survei tersebut dilakukan acak di mana mahasiswa tersebut ditanya satu-satu ketika sedang mengurus legalisasi atau saat registrasi. Di mana mahasiswa tersebut ditanya apakah terjerat pinjol, dan berkenankah untuk diwawancarai.
"Kamu kena pinjol? Bisa, ngak kita wawancarai," kata dia.
Dia menambahkan untuk pinjaman sendiri nilainya bervariasi. Ada yang Rp5 juta, Rp10 juta. Namun ada yang kemudian untuk ganti motor sehingga pinjam Rp12 juta.
Namun yang menyenangkan hampir tidak ada mahasiswa yang pinjam di pinjaman online untuk kuliah. Dia menyebut hanya 20-25 persen untuk kuliah.
Menurutnya para mahasiswa ini terjerat pinjaman bukan pertahun namun hanya jangka pendek 4- 6 bulan. Menyedihkannya lagi, para mahasiswa ini terjerat pinjol tidak sekedar melalui aplikasi atau medsos, namun sudah banyak yang face to face aliar bertemu secara langsung.
"Dan mereka bukan cuma pakai medsos atau pakai digital gitu. tetapi sudah kulonuwun atau didatangi," ujarnya.
Mereka kenal dengan rentenir ketika waktu makan. Dan dibanding dengan yang melalui aplikasi, dia menyebut saat ini justru lebih banyak menyasar ke mahasiswa itu yang face to face.
Lihat Juga :