Sejarah Penumpasan G30S PKI, Slogan PKI Berubah: We are Nowhere but Will be Everywhere!
Sabtu, 09 September 2023 - 10:39 WIB
loading...
A
A
A
“Sudisman lewat satu buletinnya mengatakan, We are nowhere, but will be everywhere”.
Untuk menghidupkan kembali strategi Desa Mengepung Kota, PKI kembali membentuk kembali basis-basis di daerah minus.
Termasuk membentuk sekolah perlawanan rakyat. Di Jawa Tengah yang disebut Comitte Daerah Besar (CDB), mereka membentuk beberapa Komite Proyek (Kompro). Di antaranya Kompro Lawu Kendeng, Muria, Merapi Merbabu Kompleks dan Kapur Selatan.
Di Solo mereka membentuk basis di Wonogiri, Tirtomoyo, Girimerto dan Purwantoro. Di Cepu mereka membentuk basis di Cepu Utara, Cepu Selatan, Blora, Randublatung dan Grobogan.
Baca Juga: Kisah PKI Kocar-kacir Digebuk GP Ansor usai Rampas Tanah Muslimat NU Surabaya
Sementara di Jawa Timur, kekuatan basis dipusatkan di wilayah Blitar Selatan.
Sejumlah gembong PKI yang lolos dari penangkapan, berkumpul. Yakni Oloan Hutapea, Rewang, Ruslan Wijaya, Mohammad Munir, Suwandi, Sukatno dan Iskandar Subekti. “Mereka mengoordinasikan kegiatan organisasi secara nasional”.
Pada awal tahun 1968, peristiwa perampokan, penggarongan, dan pembunuhan meningkat di wilayah Jawa Timur. Di belakang sejumlah peristiwa kejahatan itu terungkap adanya orang-orang PKI yang berusaha bangkit kembali.
28 Mei 1968, TNI AD menjawab upaya kebangkitan PKI di Blitar Selatan dengan membentuk Komando Satuan Tugas Trisula. Bantuan sejumlah helikopter dan pesawat tempur dari Kopasgat AURI, sisa-sisa PKI mencoba bangkit, dalam waktu singkat berhasil ditumpas.
Untuk menghidupkan kembali strategi Desa Mengepung Kota, PKI kembali membentuk kembali basis-basis di daerah minus.
Termasuk membentuk sekolah perlawanan rakyat. Di Jawa Tengah yang disebut Comitte Daerah Besar (CDB), mereka membentuk beberapa Komite Proyek (Kompro). Di antaranya Kompro Lawu Kendeng, Muria, Merapi Merbabu Kompleks dan Kapur Selatan.
Di Solo mereka membentuk basis di Wonogiri, Tirtomoyo, Girimerto dan Purwantoro. Di Cepu mereka membentuk basis di Cepu Utara, Cepu Selatan, Blora, Randublatung dan Grobogan.
Baca Juga: Kisah PKI Kocar-kacir Digebuk GP Ansor usai Rampas Tanah Muslimat NU Surabaya
Sementara di Jawa Timur, kekuatan basis dipusatkan di wilayah Blitar Selatan.
Sejumlah gembong PKI yang lolos dari penangkapan, berkumpul. Yakni Oloan Hutapea, Rewang, Ruslan Wijaya, Mohammad Munir, Suwandi, Sukatno dan Iskandar Subekti. “Mereka mengoordinasikan kegiatan organisasi secara nasional”.
Pada awal tahun 1968, peristiwa perampokan, penggarongan, dan pembunuhan meningkat di wilayah Jawa Timur. Di belakang sejumlah peristiwa kejahatan itu terungkap adanya orang-orang PKI yang berusaha bangkit kembali.
28 Mei 1968, TNI AD menjawab upaya kebangkitan PKI di Blitar Selatan dengan membentuk Komando Satuan Tugas Trisula. Bantuan sejumlah helikopter dan pesawat tempur dari Kopasgat AURI, sisa-sisa PKI mencoba bangkit, dalam waktu singkat berhasil ditumpas.
(ams)
Lihat Juga :