Sosok Prabu Jayabaya, Raja Kediri Titisan Dewa Wisnu Mampu Berikan Ramalan Akurat

Selasa, 29 Agustus 2023 - 10:31 WIB
loading...
Sosok Prabu Jayabaya,...
Raja Kerajaan Kediri Prabu Jayabaya titisan Dewa Wisnu. Foto/Istimewa
A A A
KEDIRI - Raja Jayabaya sang penguasa Kerajaan Kediri konon digambarkan sebagai titisan Dewa Wisnu. Sosoknya yang kuat, gagah, dan berwibawa menjadi alasan bagaimana sosoknya digambarkan naskah kuno Kakawin Bharatayudha menyerupai titisan Dewa Wisnu.

Kebetulan saat itu di Panjalu, pemujaan Dewa Wisnu sedang memuncak. Semua raja Panjalu adalah titisan Dewa Wisnu. Dalam Prasasti Ngantang dan Prasasti Talan, Raja Jayabhaya sendiri dikatakan Madhusudana awatara atau titisan Wisnu.

Pada Bharatayuda pupuh 52/4, Raja Jayabaya juga disamakan dengan titisan Wisnu, yakni Bhatara Kresna.

Baca Juga: Kisah Sunan Kalijaga Luruhkan Murka Sultan Agung dengan Serban Hitam

Dijelaskan pada naskah kuno tersebut bagaimana momen Bhatara Wisnu melihat keadaan Pulau Jawa, karena iba hatinya, lalu ia turun ke dunia untuk menjadi raja di Jawa demi keamanan dan kesejahteraan kerajaan.

Dahulu, Bhatara Kresna sebagai titisan Dewa Wisnu berjaya gilang-gemilang dalam peperangan. Sekarang, yang menjadi sesembahan semesta alam ialah Bhatara Jayabhaya, ia melanjutkan tugas Bhatara Kresna.

Kakawin Bharatayudha juga menyinggung peranan Bhatara Kresna ditonjolkan dari awal sampai akhir. Konon sosoknya memegang peranan penting sebagai pelaku utama. Semua kemenangan di pihak Pandawa dicapai berkat nasihat Bhatara Kresna.

Dikutip dari “Tafsir Sejarah Negarakretagama” disebut kemenangan Arjuna dalam perang melawan Karna juga dicapai berkat kebijaksanaan Bhatara Kresna.

Baca Juga: Biografi Sultan Agung: Kelahiran, Kesaktian, dan Kematiannya

Penonjolan peranan Kresna ini bertalian erat dengan pemujaan Dewa Wisnu yang sedang berkembang di Kerajaan Panjalu.

Di Kakawin Bharatayudha pupuh 1/1-2 menguraikan persajian yang dilakukan oleh sang pahlawan. Pahlawan itu dapat diidentifikasikan dengan Raja Jayabaya sendiri.

Pada hakikatnya, uraian tentang sajian itu tidak lain kecuali bentuk puitis untuk menyatakan kemenangan yang diperoleh Raja Jayabaya dalam peperangan. Berkat kemenangan-kemenangan itu, ia disebut pemenang di tiga jagat.

Bahwa Kakawin Bharatayudha itu benar dimaksud untuk memperingati perang yang dilakukan oleh Prabu Jayabaya, terbukti dari uraian pupuh 52/3 tentang keadaan Pulau Jawa sebelum pemerintahan Prabu Jayabaya.

Baca Juga: Kisah Tragis Roro Jonggrang Terkena Kutukan Mati Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Dikatakan, Pulau Jawa adalah tanah yang subur makmur, sangat indah tidak ada taranya.Tetapi, negara itu sedang menderita sedih, karena dirusak oleh orang-orang jahat. Raja yang memerintah tidak mampu menjaganya.

Sayang, keindahan yang harum itu telah sirna, seperti hilangnya hutan bunga yang ditinggalkan raja binatang. Dari uraian itu, jelaslah yang dimaksud dengan raja-raja yang menjaganya ialah raja-raja yang memerintah Panjalu sebelum munculnya Raja Jayabaya.

Negara yang dimaksud tidak lain kecuali negara Panjalu. Musuh yang merusaknya ialah para penguasa Janggala.

Mereka itu dipandang sebagai musuh yang harus disirnakan Bhatara Wisnu. Itulah sebabnya Bhatara Wisnu turun dari kahyangan menitis ke dalam tubuh Raja Jayabaya. Berkat penjelmaan Wisnu, Raja Jayabaya berhasil membinasakan musuh.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Guru Besar Universitas...
Guru Besar Universitas Jayabaya Tekankan Pentingnya Pergeseran Paradigma dalam Hukum Kepailitan
Universitas Jayabaya...
Universitas Jayabaya Kukuhkan Ary Ginanjar Sebagai Profesor Kehormatan
Universitas Jayabaya...
Universitas Jayabaya Gelar Seminar Internasional, Wamenkum Bicara Hukum dan Perkembangan Zaman
Rekomendasi
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved