Bupati Blitar Mak Rini Digeruduk Wartawan, Dituding Hidupkan Pers Gaya Orde Baru
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Aksi puluhan wartawan berlangsung di Pendopo Kabupaten Blitar Ronggo Hadi Negoro. Hampir seluruh pekerja media, yakni mulai jurnalis media online, radio hingga televisi, turut berunjuk rasa.
Tiba di depan pendopo, para wartawan langsung berorasi bergantian. Mereka mengenakan ikat kepala merah putih. Sejumlah wartawan membentangkan poster. Di antaranya bertuliskan "Kabupaten Blitar Darurat Kebebasan Pers", "Bupati Elit Wawancara Sulit", dan "Bupati Jangan Takut Diwawancarai Wartawan".
Baca juga: Ngeri! Telinga Bocah Pasuruan Putus Digigit Teman saat Mengaji
Korlap aksi, Asif Hasani mengatakan, sejak dilantik sebagai Bupati Blitar pada 2019, Mak Rini dinilai terus menjaga jarak dengan wartawan. Mak Rini selalu menghindari wawancara, terutama yang bersifat doorstop.
Kalaupun bisa ditemui di sebuah agenda acara, bupati hanya bersedia menerima wawancara terkait agenda acara yang ia hadiri. Di saat yang sama, petugas protokoler dan Kominfo Kabupaten Blitar, akan meminta wartawan untuk tidak menyampaikan pertanyaan di luar konteks kegiatan.
Bahkan sebelum agenda acara dimulai, mereka tidak segan mengirim pesan via aplikasi WhatsApp (WA), guna memastikan wartawan tidak bertanya di luar konteks acara. Pelarangan itu terus berlangsung hingga masa pemerintahan Bupati Blitar berumur empat tahun.
Baca juga: Pengungkapan Pembunuhan ASN Semarang Lamban, Aktivis Lintas Agama Datangi Polda Jateng
Tiba di depan pendopo, para wartawan langsung berorasi bergantian. Mereka mengenakan ikat kepala merah putih. Sejumlah wartawan membentangkan poster. Di antaranya bertuliskan "Kabupaten Blitar Darurat Kebebasan Pers", "Bupati Elit Wawancara Sulit", dan "Bupati Jangan Takut Diwawancarai Wartawan".
Baca juga: Ngeri! Telinga Bocah Pasuruan Putus Digigit Teman saat Mengaji
Korlap aksi, Asif Hasani mengatakan, sejak dilantik sebagai Bupati Blitar pada 2019, Mak Rini dinilai terus menjaga jarak dengan wartawan. Mak Rini selalu menghindari wawancara, terutama yang bersifat doorstop.
Kalaupun bisa ditemui di sebuah agenda acara, bupati hanya bersedia menerima wawancara terkait agenda acara yang ia hadiri. Di saat yang sama, petugas protokoler dan Kominfo Kabupaten Blitar, akan meminta wartawan untuk tidak menyampaikan pertanyaan di luar konteks kegiatan.
Bahkan sebelum agenda acara dimulai, mereka tidak segan mengirim pesan via aplikasi WhatsApp (WA), guna memastikan wartawan tidak bertanya di luar konteks acara. Pelarangan itu terus berlangsung hingga masa pemerintahan Bupati Blitar berumur empat tahun.
Baca juga: Pengungkapan Pembunuhan ASN Semarang Lamban, Aktivis Lintas Agama Datangi Polda Jateng
Lihat Juga :