5 Fakta Kebijakan 50% ASN Jakarta WFH yang Berlaku Mulai Hari Ini
Senin, 21 Agustus 2023 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
"Beberapa kementerian sudah, di beberapa pemerintah daerah sudah. Jadi WFH itu kita uji coba. Terkait dengan WFH jelang KTT juga kita usahakan supaya KTT ASEAN berjalan dengan baik di Jakarta," ujar Heru seusai Upacara HUT ke-78 RI di Monumen Nasional (Monas), Kamis (17/8/2023).
Kebijakan WFH hanya berlaku bagi ASN yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti fungsi staf atau pendukung. Kebijakan WFH tidak berlaku untuk puskesmas dan sekolah di DKI Jakarta.
Hal ini karena puskesmas dan sekolah merupakan sektor pelayanan publik yang penting dan harus tetap beroperasi secara normal. Kedua lembaga tersebut hanya dapat menerapkan WFH atau pembelajaran jarak jauh jika ada kondisi khusus, seperti adanya kasus positif Covid-19 di lingkungan mereka.
Meskipun tidak terpantau secara langsung, kinerja para ASN yang WFH dinilai akan terus efektif. Hal itu diketahui melalui rutinitas ASN yang akan menghemat waktu dan biaya transportasi mereka.
Kebijakan WFH juga dapat mengurai kemacetan di Jakarta, sehingga dapat meningkatkan mobilitas dan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan publik.
Kebijakan ASN Jakarta WFH akan bertambah dari 50% menjadi 75%. Ini dilakukan untuk mengurangi tingkat polusi udara dan kemacetan selama KTT ASEAN. Adapun penyelenggaraan KTT ASEAN akan berlangsung pada 5-7 September 2023.
"Pertama untuk mengurangi polusi, kedua juga mengurangi kemacetan, yang ketiga pada posisi nanti di tanggal 4 sampai tanggal 7 September di sekitar venue-venue Jakarta Selatan, termasuk tempat tinggal, termasuk tempat meeting lain-lain sekitar Gambir GBK, sekolah PJJ, dan juga ditingkatkan work from homenya di lokasi itu menjadi 75 persen," kata Penjabat Gubernur (Pj) DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Jakarta Timur, Sabtu, (19/8/2023).
3. WFH Tidak Berlaku untuk Lembaga Pendidikan dan Kesehatan
Kebijakan WFH hanya berlaku bagi ASN yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti fungsi staf atau pendukung. Kebijakan WFH tidak berlaku untuk puskesmas dan sekolah di DKI Jakarta.
Hal ini karena puskesmas dan sekolah merupakan sektor pelayanan publik yang penting dan harus tetap beroperasi secara normal. Kedua lembaga tersebut hanya dapat menerapkan WFH atau pembelajaran jarak jauh jika ada kondisi khusus, seperti adanya kasus positif Covid-19 di lingkungan mereka.
4. ASN Diyakini Bakal Tetap Efisien
Meskipun tidak terpantau secara langsung, kinerja para ASN yang WFH dinilai akan terus efektif. Hal itu diketahui melalui rutinitas ASN yang akan menghemat waktu dan biaya transportasi mereka.
Kebijakan WFH juga dapat mengurai kemacetan di Jakarta, sehingga dapat meningkatkan mobilitas dan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan publik.
5. Kebijakan ASN Jakarta WFH Bakal Naik Jadi 75%
Kebijakan ASN Jakarta WFH akan bertambah dari 50% menjadi 75%. Ini dilakukan untuk mengurangi tingkat polusi udara dan kemacetan selama KTT ASEAN. Adapun penyelenggaraan KTT ASEAN akan berlangsung pada 5-7 September 2023.
"Pertama untuk mengurangi polusi, kedua juga mengurangi kemacetan, yang ketiga pada posisi nanti di tanggal 4 sampai tanggal 7 September di sekitar venue-venue Jakarta Selatan, termasuk tempat tinggal, termasuk tempat meeting lain-lain sekitar Gambir GBK, sekolah PJJ, dan juga ditingkatkan work from homenya di lokasi itu menjadi 75 persen," kata Penjabat Gubernur (Pj) DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Jakarta Timur, Sabtu, (19/8/2023).
(okt)
Lihat Juga :