Dorong Peningkatan Gizi Keluarga, Potensi Pangan Lokal Solo Digalakkan

Kamis, 17 Agustus 2023 - 19:31 WIB
loading...
Dorong Peningkatan Gizi...
Potensi pangan lokal di antaranya apem digalakkan dalam program Jelajah Gizi 2023. Foto gunungan apem yang diarak saat kirab tradisi. Foto/Ilustrasi/iNews/Budi Utomo
A A A
SOLO - Kota Solo memiliki beragam makanan lokal yang khas dan unik dengan nilai gizi tinggi yang bisa mendorong peningkatan pemenuhan nutrisi keluarga. Oleh karena itu pemanfaatan potensi pangan lokal kini digalakkan.

Kekayaan pangan di Indonesia didukung dengan keragaman daerah dan budaya yang membuat jenis makanan lokal menjadi sangat unik dan beragam, termasuk di Solo. Potensi ini mendukung harapan akan lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul lantaran kebutuhan makro dan mikro nutrien harian terpenuhi dengan baik.

Baca juga: Galakkan Program Peningkatan Gizi, PMI Jaktim Distribusikan Suplemen Anak

Namun dalam kenyatannya, saat ini Indonesia masih mempunyai tantangan dalam mengatasi masalah stunting, wasting dan obesitas.

Dalam upaya menyebarkan informasi seputar kekayaan gizi dari potensi pangan lokal digelar program Jelajah Gizi 2023 dengan tema Eksplorasi Potensi Pangan Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Nutrisi Keluarga di Solo dan sekitarnya. Program ini juga dalam rangka memperingati HUT Ke-78 RI.

Perwakilan Pura Mangkunegara, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Ancillasura Marina Sudjiwo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Solo dikenal dengan kekayaan budaya dan kulinernya. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa ragam kuliner khas Kota Solo di mana menyimpan banyak cerita budaya hingga ragam nutrisi dan gizi yang baik bagi kesehatan.

"Kota Solo sering disebut disebut lokasi perjamuan yang menjadi incaran wisatawan untuk berburu makanan karena ragam kuliner yang hadir di kota ini. Seperti halnya pangan kerajaan yang ada di Mangkunegaran yang menyimpan makna dari setiap pangan yang dihidangkan, contohnya apem, ketan, kolak yang sarat akan filosofi,” ujarnya.

Baca juga: Inovasi Perbaikan Gizi

Apem adalah jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan telur, santan, gula dan sedikit garam. Kemudian adonan itu dibakar menggunakan tungku.

Jajanan apem ini biasanya disediakan di acara-acara tertentu di Mangkunegaran yang menandakan bahwa manusia memohon pengampunan. Sedangkan kolak berasal dari kata khalik, yaitu Sang Pencipta. Kolak ini isinya pisang kepok, yang jika orang Jawa bilang ben kapok (supaya kapok) sehingga bertobat.

Kemudian ketan merupakan sajian yang diharapkan dapat mempererat hubungan sesama manusia. Ini terlihat dari ketan yang lengket sehingga menyimbolkan hubungan yang erat antar sesama.

"Jadi dengan menyantap tiga kuliner ini, kita diingatkan untuk mengatur hubungan secara vertikal maupun horizontal. Leluhur memang memberikan nasihat penuh dengan perumpamaan. Itu supaya mudah diingat dan tidak dilupakan,” tambahnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo, Wahyu Christina memaparkan, Solo menjadi kota yang didatangi banyak tamu yang khusus untuk menikmati kuliner lokal.

"Saat ini jumlah UMKM Kuliner di Solo berjumlah 26,13 persen atau setara dengan 3.127 pelaku UMKM. Untuk itu kami menyadari bahwa kuliner Solo begitu kaya dan menjadi identitas kota yang penting untuk dikembangkan sejalan dengan program 17 titik prioritas Kota Solo.

Sementara itu, Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menjelaskan pihaknya bersama Citilink menggagas Program Jelajah Gizi di Solo. Dia menjelaskan, Solo dipilih karena merupakan destinasi karena keragaman kuliner dan pangan yang menarik untuk diketahui oleh masyarakat.

"Selain itu cerita historis maupun kebudayaan yang kental membuat kota ini menarik untuk dieksplor,” ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Gerakan Musyawarah Revitalisasi...
Gerakan Musyawarah Revitalisasi Pangan Lokal Digagas di Cinere
Kabar Baik, RS Kardiologi...
Kabar Baik, RS Kardiologi Emirates Indonesia Solo Kini Layani Pasien BPJS Kesehatan
Cek Kesehatan Gratis...
Cek Kesehatan Gratis di Solo, Kolesterol dan Tekanan Darah Banyak Ditemukan
Momen Halalbihalal di...
Momen Halalbihalal di Keraton Solo, 2 Kubu Gelar Acara di Lokasi Berbeda
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Gastronomi Molekuler...
Gastronomi Molekuler Ungkap Cara Menjaga Laut Lewat Pilihan Seafood
Jelang Muktamar, Kiai...
Jelang Muktamar, Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo Raya
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Norwegia...
5 Fakta Menarik Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Pantai Gading
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved