Penjelasan Depo Pertamina Waingapu soal Sulitnya Premium di Sumba
Kamis, 30 Juli 2020 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Angga ditemui dan dikonfirmasi sehubungan dengan realita yang terjadi sepekan terakhir, dimana sejumlah SPBU lebih pada dari biasanya oleh antrian kendaraan bermotor milik warga punya jawaban tersendiri untuk kondisi itu. “Kalau antrean panajng itu lebih karena masyarakat masih belum teredukasi maksimal terkait dengan BBK,” ujarnya.
“Pembatasan atau pengendalian premium yang disalurkan ke SPBU ini bukan pula karena ada kendala kapal tanker yang lambat atau belum masuk karena cuaca. Tapi murni langkah untuk pengaturan pasokan agar bisa terus ada sepanjang tahun 2020 ini,” timpal Adi Sadewo Broto, selaku Fuel Terminal Manager pada Depo Pertamina Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Terpantau dalam beberapa hari terakhir, harga eceran BBM Premium di kios – kios pengecer milik warga juga naik lebih dari biasanya. Jika sebelumnya harga perbotol ukuran kurang lebih 1 liter seharga Rp10 ribu, sejak antrian panjang terjadi di SPBU harganya melonjak menjadi Rp15 ribu perbotolnya.
“Pembatasan atau pengendalian premium yang disalurkan ke SPBU ini bukan pula karena ada kendala kapal tanker yang lambat atau belum masuk karena cuaca. Tapi murni langkah untuk pengaturan pasokan agar bisa terus ada sepanjang tahun 2020 ini,” timpal Adi Sadewo Broto, selaku Fuel Terminal Manager pada Depo Pertamina Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Terpantau dalam beberapa hari terakhir, harga eceran BBM Premium di kios – kios pengecer milik warga juga naik lebih dari biasanya. Jika sebelumnya harga perbotol ukuran kurang lebih 1 liter seharga Rp10 ribu, sejak antrian panjang terjadi di SPBU harganya melonjak menjadi Rp15 ribu perbotolnya.
(sms)
Lihat Juga :