Dijamu Aneka Masakan, Ci Mehong: Betapa Cintanya Warga Pati ke Ganjar
Rabu, 09 Agustus 2023 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Namun, ibu-ibu di Desa Tanjunganom seperti tak rela. Mereka membuat acara khusus demi menahan Ganjar lebih lama. Mereka seperti tak rela, jika gubernur yang dicintainya itu pergi dengan cepatnya.
”Kami nggak rela Pak Ganjar cepat pergi. Jadi, kami ibu-ibu sepakat untuk masak bersama dengan uang iuran. Pokoknya masak untuk sarapan Pak Ganjar dan warga,” kata Siti, salah satu warga.
Benar saja, saat pagi buta, para ibu-ibu itu datang ke rumah tempat Ganjar menginap. Mereka membawa aneka makanan yang disiapkan sejak pagi hari dan memaksa Ganjar sarapan bersama warga.
”Pak Ganjar pokoknya harus sarapan dulu. Warga masih kangen sama bapak, jangan pergi dulu,” pinta warga.
Ganjar mengiyakan permintaan itu. Ia kemudian duduk lesehan di depan rumah warga beralaskan tikar. Ganjar kemudian sarapan bareng warga, dan warga menyambut dengan suka cita.
Ternyata cara itu berhasil. Tak hanya menahan Ganjar untuk sarapan, warga bahkan bisa ngobrol lama dengannya dan menyampaikan uneg-uneg nya. Akhirnya, Ganjar tertahan di desa itu sampai pukul 08.00 WIB.
"Soalnya nggak pernah ada pejabat yang mau datang ke desa kami. Bahkan sampai menginap, makanya kami mau memberikan yang terbaik buat Pak Ganjar. Ini tadi bangun jam 3 pagi, masakin sarapan Pak Ganjar biar bisa sarapan bareng," kata Ida.
Siti tak sendirian, ibu-ibu lain di desa Tanjunganom itu juga mengatakan hal yang sama. Mereka sangat senang didatangi Ganjar dan tak rela Ganjar cepat pergi dari desanya.
”Kami nggak rela Pak Ganjar cepat pergi. Jadi, kami ibu-ibu sepakat untuk masak bersama dengan uang iuran. Pokoknya masak untuk sarapan Pak Ganjar dan warga,” kata Siti, salah satu warga.
Benar saja, saat pagi buta, para ibu-ibu itu datang ke rumah tempat Ganjar menginap. Mereka membawa aneka makanan yang disiapkan sejak pagi hari dan memaksa Ganjar sarapan bersama warga.
”Pak Ganjar pokoknya harus sarapan dulu. Warga masih kangen sama bapak, jangan pergi dulu,” pinta warga.
Ganjar mengiyakan permintaan itu. Ia kemudian duduk lesehan di depan rumah warga beralaskan tikar. Ganjar kemudian sarapan bareng warga, dan warga menyambut dengan suka cita.
Ternyata cara itu berhasil. Tak hanya menahan Ganjar untuk sarapan, warga bahkan bisa ngobrol lama dengannya dan menyampaikan uneg-uneg nya. Akhirnya, Ganjar tertahan di desa itu sampai pukul 08.00 WIB.
"Soalnya nggak pernah ada pejabat yang mau datang ke desa kami. Bahkan sampai menginap, makanya kami mau memberikan yang terbaik buat Pak Ganjar. Ini tadi bangun jam 3 pagi, masakin sarapan Pak Ganjar biar bisa sarapan bareng," kata Ida.
Siti tak sendirian, ibu-ibu lain di desa Tanjunganom itu juga mengatakan hal yang sama. Mereka sangat senang didatangi Ganjar dan tak rela Ganjar cepat pergi dari desanya.
Lihat Juga :