Tudingan Budak Jepang Bikin Ricuh Penyusunan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Rabu, 09 Agustus 2023 - 06:18 WIB
loading...
A
A
A
Sukarni, pemuda radikal asal Blitar Jawa Timur yang juga kader Tan Malaka itu usul, hanya Bung Karno dan Bung Hatta yang menandatangani teks Proklamasi Kemerdekaan. Yakni Soekarno-Hatta selaku atas nama bangsa Indonesia.
Baca Juga: Kisah Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Pernah Ditempeleng Perwira Jepang
Usulan Sukarni diterima dan sekaligus mendinginkan suasana yang dipicu tudingan budak-budak Jepang. Namun usulan adanya ungkapan revolusioner “merebut kekuasaan” dari Sukarni telah memantik perdebatan baru.
Kalimat merebut kekuasaan dalam teks Proklamasi Kemerdekaan dinilai sebagai pemaksaan.
“Apakah merebut itu berarti merebut senjata dari tangan prajurit Jepang yang menjalankan perintah Sekutu?,” demikian tertulis dalam Sutan Sjahrir, Demokrat Sejati, Pejuang Kemanusiaan.
Menurut Laksamana Maeda, Nishijima dan Miyoshi yang turut hadir di ruangan itu, orang Jepang jelas bersimpati dan mendukung kemerdekaan Indonesia. “Tapi mereka juga tidak ingin membahayakan diri mereka sendiri”.
Setelah melalui perdebatan keras, kata yang disepakati akhirnya adalah “pemindahan kekuasaan”. Lewat pukul 04.00 Wib dini hari, perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan tuntas.
Baca Juga: Kisah Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Pernah Ditempeleng Perwira Jepang
Usulan Sukarni diterima dan sekaligus mendinginkan suasana yang dipicu tudingan budak-budak Jepang. Namun usulan adanya ungkapan revolusioner “merebut kekuasaan” dari Sukarni telah memantik perdebatan baru.
Kalimat merebut kekuasaan dalam teks Proklamasi Kemerdekaan dinilai sebagai pemaksaan.
“Apakah merebut itu berarti merebut senjata dari tangan prajurit Jepang yang menjalankan perintah Sekutu?,” demikian tertulis dalam Sutan Sjahrir, Demokrat Sejati, Pejuang Kemanusiaan.
Menurut Laksamana Maeda, Nishijima dan Miyoshi yang turut hadir di ruangan itu, orang Jepang jelas bersimpati dan mendukung kemerdekaan Indonesia. “Tapi mereka juga tidak ingin membahayakan diri mereka sendiri”.
Setelah melalui perdebatan keras, kata yang disepakati akhirnya adalah “pemindahan kekuasaan”. Lewat pukul 04.00 Wib dini hari, perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan tuntas.
Lihat Juga :