Kisah Sjahrir Bocorkan Informasi Jepang Kalah, Tapi Bung Karno dan Bung Hatta Tak Percaya
Selasa, 08 Agustus 2023 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ini Ramalan Ranggawarsita mengenai Pemimpin Indonesia, dari Bung Karno hingga yang Paling Ditunggu
“Soekarno dan Hatta belum percaya dan mencari konfirmasi dari pembesar/panglima Jepang,” demikian dikutip dari buku Sutan Sjahrir, Demokrat Sejati, Pejuang Kemanusiaan (2010).
Bung Karno dan Bung Hatta tetap keras kepala dengan pendiriannya. Bagi mereka tidak mungkin Jepang bakal kalah perang. Karenanya keduanya tetap bersikukuh dengan jadwal dan prosedur semula.
Skema persiapan kemerdekaan dengan melibatkan para anggota PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tetap dijalankan. Berbagai isu pun sontak muncul di lingkaran pejuang kemerdekaan di Jakarta.
Salah satunya isu Sjahrir dan sejumlah pemuda menolak proklamasi kemerdekaan pesanan atau buatan Jepang.
Di sisi lain mereaksi sikap Bung Karno dan Bung Hatta, Sjahrir mendesak proklamasi kemerdekaan secepatnya dilakukan.
Tak hanya itu. Sjahrir juga menyiapkan para pengikut klandestinnya (bawah tanah) di daerah.
“Disiagakan untuk memproklamasikan sendiri kemerdekaan, apabila gagal di Jakarta,” lanjutnya.
“Soekarno dan Hatta belum percaya dan mencari konfirmasi dari pembesar/panglima Jepang,” demikian dikutip dari buku Sutan Sjahrir, Demokrat Sejati, Pejuang Kemanusiaan (2010).
Bung Karno dan Bung Hatta tetap keras kepala dengan pendiriannya. Bagi mereka tidak mungkin Jepang bakal kalah perang. Karenanya keduanya tetap bersikukuh dengan jadwal dan prosedur semula.
Skema persiapan kemerdekaan dengan melibatkan para anggota PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tetap dijalankan. Berbagai isu pun sontak muncul di lingkaran pejuang kemerdekaan di Jakarta.
Salah satunya isu Sjahrir dan sejumlah pemuda menolak proklamasi kemerdekaan pesanan atau buatan Jepang.
Di sisi lain mereaksi sikap Bung Karno dan Bung Hatta, Sjahrir mendesak proklamasi kemerdekaan secepatnya dilakukan.
Tak hanya itu. Sjahrir juga menyiapkan para pengikut klandestinnya (bawah tanah) di daerah.
“Disiagakan untuk memproklamasikan sendiri kemerdekaan, apabila gagal di Jakarta,” lanjutnya.
Lihat Juga :