Membangun Daerah Terpencil dengan Libatkan Masyarakat Sekitar
Rabu, 02 Agustus 2023 - 15:18 WIB
loading...
A
A
A
Kuntjoro mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengambil dan melaksanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro ini bukan semata karena faktor materi saja, namun juga ada faktor sosial di dalamnya.
"Nilai proyek saya waktu itu tidak besar, membangun Mikrohidro setara dengan 120 kilowatt. Jadi produksi bisa menangani daya 120.000, kira-kira bisa (mengaliri) 1.000 rumah," tutur Kuntjoro, dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.
Kendati demikian, proyek yang dilakukan Kuntjoro itu tidak selalu berjalan mulus. Terdapat sejumlah tantangan di dalam prosesnya. Dia menceritakan bahwa desain untuk PLTMH di Desa Wehali ternyata memiliki kesalahan karena mustahil untuk membangun di tanah masyarakat yang bisa memicu konflik dan potensi gangguan dalam pembangunan proyek tersebut.
Apalagi, Kuntjoro menjalankan proyeknya dibantu dengan tim yang sangat minim. "Saya pergi ke Papua tanpa membawa pengawalan security. Jadi tidak kontak polisi, TNI. Saya datang ke sana hanya membawa satu admin untuk pengelolaan project, tiga tukang, yaitu dua tukang las dan satu tukang kayu dan batu," jelas Kuntjoro, yang pulang ke Tanah Air pada 2004.
Dengan tim yang minimalis, Kuntjoro berhasil membangun jaringan pipa sepanjang 400 meter sebagai sarana pendukung untuk pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Dia juga menerapkan metode berbeda, karena tidak mengandalkan pelat baja seperti pada umumnya.
"Nilai proyek saya waktu itu tidak besar, membangun Mikrohidro setara dengan 120 kilowatt. Jadi produksi bisa menangani daya 120.000, kira-kira bisa (mengaliri) 1.000 rumah," tutur Kuntjoro, dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.
Kendati demikian, proyek yang dilakukan Kuntjoro itu tidak selalu berjalan mulus. Terdapat sejumlah tantangan di dalam prosesnya. Dia menceritakan bahwa desain untuk PLTMH di Desa Wehali ternyata memiliki kesalahan karena mustahil untuk membangun di tanah masyarakat yang bisa memicu konflik dan potensi gangguan dalam pembangunan proyek tersebut.
Apalagi, Kuntjoro menjalankan proyeknya dibantu dengan tim yang sangat minim. "Saya pergi ke Papua tanpa membawa pengawalan security. Jadi tidak kontak polisi, TNI. Saya datang ke sana hanya membawa satu admin untuk pengelolaan project, tiga tukang, yaitu dua tukang las dan satu tukang kayu dan batu," jelas Kuntjoro, yang pulang ke Tanah Air pada 2004.
Dengan tim yang minimalis, Kuntjoro berhasil membangun jaringan pipa sepanjang 400 meter sebagai sarana pendukung untuk pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Dia juga menerapkan metode berbeda, karena tidak mengandalkan pelat baja seperti pada umumnya.
Lihat Juga :