Srikandi Ganjar Ajak Pemuda Simalungun Bikin Dayok Nabinatur
Minggu, 30 Juli 2023 - 12:35 WIB
loading...
Relawan Srikandi Ganjar Sumut membuka kelas pelatihan memasak makanan Dayok Nabinatur di Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sabtu (29/7/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
SIMALUNGUN - Relawan Srikandi Ganjar Sumut membuka kelas pelatihan memasak adat khas Simalungun, Dayok Nabinatur. Kegiatan tersebut dilangsungkan di daerah Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
”Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan kuliner yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Simalungun tersebut,” kata Pengurus Srikandi Ganjar Sumut Bina Safrina Sabtu (29/7/2023).
Dia berharap agar pelatihan ini bisa menjadi modal untuk mewarisi keterampilan membuat makanan adat Dayok Nabinatur kepada generasi muda Simalungun. "Supaya milenial di Simalungun ini lebih mengedepankan masakan daerah. Juga beberapa milenial itu kan sudah keluar dari daerah, tapi setelah keluar dari daerah, mereka tetap tahu cara masaknya," lanjutnya.
Perempuan milenial tersebut menuturkan, Dayok Nabinatur memiliki nilai sejarah dan filosofi tersendiri bagi masyarakat Simalungun. Sebab, dahulu kuliner ini hanya dihidangkan untuk kalangan raja dan kaum bangsawan.
Namun Dayok Nabinatur kini menjadi makanan yang biasa dihidangkan pada saat acara-acara adat dan pesta masyarakat Simalungun. "Makanan ini sudah dibuat dari nenek moyang terdahulu. Filosofinya itu ayam yang dipotongnya lengkap, dimasak dengan lengkap ada kepalanya, paha, dada, hingga kakinya itu semua dimasak," ujarnya.
”Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan kuliner yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Simalungun tersebut,” kata Pengurus Srikandi Ganjar Sumut Bina Safrina Sabtu (29/7/2023).
Dia berharap agar pelatihan ini bisa menjadi modal untuk mewarisi keterampilan membuat makanan adat Dayok Nabinatur kepada generasi muda Simalungun. "Supaya milenial di Simalungun ini lebih mengedepankan masakan daerah. Juga beberapa milenial itu kan sudah keluar dari daerah, tapi setelah keluar dari daerah, mereka tetap tahu cara masaknya," lanjutnya.
Perempuan milenial tersebut menuturkan, Dayok Nabinatur memiliki nilai sejarah dan filosofi tersendiri bagi masyarakat Simalungun. Sebab, dahulu kuliner ini hanya dihidangkan untuk kalangan raja dan kaum bangsawan.
Namun Dayok Nabinatur kini menjadi makanan yang biasa dihidangkan pada saat acara-acara adat dan pesta masyarakat Simalungun. "Makanan ini sudah dibuat dari nenek moyang terdahulu. Filosofinya itu ayam yang dipotongnya lengkap, dimasak dengan lengkap ada kepalanya, paha, dada, hingga kakinya itu semua dimasak," ujarnya.
Lihat Juga :