Simak Alasan Utama Penerapan Sanksi Denda bagi Pelanggar Protokol COVID-19
Selasa, 28 Juli 2020 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
Kang Emil menuturkan, kewajiban penggunaan masker sebagai salah satu bagian protokol pencegahan COVID-19. Hal itu sejalan dengan kajian konsultan ekonomi dunia yang menyebut bahwa kebijakan lockdown dan menggunakan masker sama-sama dapat menekan persebaran COVID-19.
"Bedanya, lockdown menimbulkan dampak kehancuran di sektor ekonomi. Sehingga, saya berkesimpulan, kalau kehidupan kita ingin normal lagi, ekonomi, pendidikan, maka mari pakai masker karena setara dengan lockdown," tutur Kang Emil.
Meski begitu, ungkap Gubernur, karena hasil survei menyebutkan bahwa baru 50 persen warga Jabar yang menggunakan masker, maka Pemprov Jabar memberlakukan sanksi bagi warga yang tak pakai masker sambil terus melaksanakan tes COVID-19 secara masif.
"Kami mulai memberlakukan denda bukan buat nyari uang, tapi semata-mata agar ekonomi bisa bergerak, pendidikan dimulai, tapi kewaspadaan bisa dikendalikan. Jadi, gabungan antara memakai masker dan agresif testing," ungkap Gubernur.
Kang Emil menekankan, tidak menginginkan Jabar bernasib seperti Singapura yang kini sudah terjerumus ke jurang resesi di mana pertumbuhan ekonominya minus 4 persen.
"Bedanya, lockdown menimbulkan dampak kehancuran di sektor ekonomi. Sehingga, saya berkesimpulan, kalau kehidupan kita ingin normal lagi, ekonomi, pendidikan, maka mari pakai masker karena setara dengan lockdown," tutur Kang Emil.
Meski begitu, ungkap Gubernur, karena hasil survei menyebutkan bahwa baru 50 persen warga Jabar yang menggunakan masker, maka Pemprov Jabar memberlakukan sanksi bagi warga yang tak pakai masker sambil terus melaksanakan tes COVID-19 secara masif.
"Kami mulai memberlakukan denda bukan buat nyari uang, tapi semata-mata agar ekonomi bisa bergerak, pendidikan dimulai, tapi kewaspadaan bisa dikendalikan. Jadi, gabungan antara memakai masker dan agresif testing," ungkap Gubernur.
Kang Emil menekankan, tidak menginginkan Jabar bernasib seperti Singapura yang kini sudah terjerumus ke jurang resesi di mana pertumbuhan ekonominya minus 4 persen.
Lihat Juga :